Iklan

Terkait Pembunuhan di Paniki Atas,Polres Minut Adakan Press Realise

Posted by Marchel Hormati on Senin, 19 Februari 2018


Minut, identitasnews.com - Langkah Cepat dan gesit Itulah tipikal jajaran Polres Minahasa Utara dibawah komando Kapolres AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH dan Wakapres Kompol Dewa Made Palguna didampingi Kasat Reskrim AKP Ronny Maridjan SE, dan seluruh perwira plus Kapolsek Dimembe, AKP Saguh Rianto, Polres Minut menggelar Press Release Senin (19/02/2017) terkait kasus Paniki Atas Berdarah yang terjadi kemari (Minggu 18/2-2018), 22.30 witta.
"Berkat kerja keras tim gabungan Reskrim Polres Minut, Polsek Dimembe dan tim Resmob Polresta Manado, kita telah mengamankan 13 pria yang diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan kepada seorang pria bernama Tedy Emor, 35, Warga Desa Paniki Atas, Jaga V, Kecamatan Talawaan, di jalan Perum Villa Mutiara Desa Paniki Atas, Jaga V, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara (Minut), (18/2/2018), sekira Pukul 22.30 Wita," beber Pattiwael.
Korban sendiri, lanjut Kapolres, mengalami luka tusukan dibagian lambung kanan menembus bagian lambung kiri dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis Samurai.
“Kasus pembunuhan pada 18 Februari 2018 sekira Pukul 22.30 Wita, korban Tedy Emor meninggal dunia dengan luka tusukan dibagian lambung, diduga dilakukan oleh 13 pria dibelakang kami ini,” ujar Kapolres Minut, AKBP Alfaris Pattiwael, Senin (19/2/2018).
Menurut dia, dimana ada dua korban yakni Teddy dan Arel Rorong, 28, Warga Desa Paniki Atas Jaga VII, Kecamatan Talawaan, Minut. Namun, Arel sendiri hingga saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit.
“13 pelaku sudah kami amankan dan dalam penyelidikan lebih lanjut, bisa saja bertambah tersangkanya.
Para pelaku teraaamcaam Pasal 340 tentang pembunuhan berencana,,junto 351, tentang penganiayaan berat," ujar Pattiwael.
Adapun motif pembunuhan tersebut, kata Kapolres, semata karena dendam dan kriminal murni. "Untuk sementara (hasil penyelidikan), kita katakan motifnya karena dendam dan kriminal murni. Sebab masih akan ada proses penyidikan dan olah TKP. Namun kami berkarap, masyaralat untuk tidak terpancing isu dan informasi tak jelas.
Untuk pemberi informasi juga, kami harap jangan menciptakan info memyimpang, mengingat kasus ini sudah berada ditangan polisi," pungkas Pattiwael. (Herman)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

21.00.00

0 komentar:

Posting Komentar