Iklan

KPK, Polda dan Kejati Seriusi Pencegahan Korupsi di Sulut

Posted by Marchel Hormati on Selasa, 20 Februari 2018

Wakil Ketua KPK RI, Kapolda, Kajati bersama Kepala BPK RI, BPKP dan Inspektorat Sulut



Manado, identitasnews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia sambangi Polda Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (20/2).
Kunjungan KPK RI yang dipimpin Wakil Ketua Irjen Pol (Purn) Bazaria Panjaitan, SH, MH ini dalam rangka audiensi peningkatkan sinergitas kelembagaan antara KPK bersama Kepolisian, Kejaksaan, BPKP, BPK dan Inspektorat di Provinsi Sulawesi Utara.
“Yang pasti KPK datang ini untuk mendorong supaya penegak hukum bekerja profesional dan semakin baik. Mereka sekarang sedang berbenah-benah meningkatkan kepercayaan masyarakat, dengan menunjukkan kerja yang profesional dan melayani,” ujar Panjaitan  usai pertemuan di aula Tribrata Polda Sulut.
Ia juga berharap masyarakat harus berpartisipasi memberikan informasi yang perlu dibantu oleh para penegak hukum. “Termasuk juga kita kumpulkan para APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) disini, supaya nanti secara interen pengawas Internal ini membenahi semua yang ada didalam, sehingga tidak terjadi penyimpangan,” tegasnya.
KPK mengharapkan korupsi itu jangan sampai ditangani oleh penegak hukum. “Sepanjang masih bisa ditangani oleh aparat pengawas internal, itu sebenarnya tujuan kita datang kesini, jadi bukan datang untuk penindakan,” ujarnya.
Sementara itu Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Bambang Waskito dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengatakan, korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime) yang dapat membahayakan individu/organisasi, merugikan negara, melanggar hak asasi manusia, mengancam stabilitas, menyebabkan inefisiensi dan pemborosan dalam ekonomi.
“Korupsi sebagai tindakan penyalahgunaan kekuasaan tidak saja berdampak pada meruginya hak-hak ekonomi rakyat, namun secara nasional memberikan pengaruh yang signifikan terhadap citra Indonesia di mata dunia internasional,” ujarnya.
Untuk itu Kapolda menegaskan, korupsi sebagai sebuah tindak pidana tentu harus diberantas. “Korupsi merupakan musuh bersama yang membutuhkan extra effort mulai dari aspek pencegahan sampai pada aspek penindakan,” katanya.
Lanjutnya, diperlukan keberanian untuk melakukan aksi pencegahan dan penindakan penegakan hukum yang betul-betul tegas. Penindakan dan pencegahan korupsi dilakukan secara bersamaan dimana upaya penindakan difokuskan untuk memberantas kasus-kasus korupsi aktual yang terjadi saat ini, sementara pencegahan diarahkan untuk korupsi-korupsi potensial yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang.
“Untuk mencapai hasil yang optimal dalam pencegahan dan pemberantasan kasus korupsi maka diperlukan langkah-langkah komprehensif. Diperlukan kerjasama dan dukungan yang solid dari pihak Kepolisian, Kejaksaan, BPKP, BPK dan masyarakat,” ujarnya.
Kata kuncinya menurut Kapolda adalah sinergitas. Tanpa adanya sinergitas dari berbagi pihak dengan peran yang diemban dan dijalankan, maka akan sulit memberantas korupsi.
“Saya berharap agar audiensi ini dapat memberikan persamaan persepsi antara pihak-pihak terkait mengenai sinergitas dalam rangka optimalisasi pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. kita tidak boleh gagal untuk melawan korupsi, karena bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar jika kita bebas dari korupsi,” tandasnya.
Audiensi ini dihadiri juga oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Drs. Johni Asadoma, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Mangihut Sinaga SH MH, Kepala BPKP Sulut Kwinhatmaka, SE, MM, Kepala BPK, Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Utara Praseno Hadi, para PJU Polda dan para Kapolres/ta jajaran. (samuel)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.30.00

0 komentar:

Posting Komentar