Iklan

Eksekusi Tanah Ricuh, Lima Warga Raanan Baru Luka-Luka, Satu Patah Kaki

Posted by Marchel Hormati on Rabu, 24 Januari 2018

Minsel, identitasnews.com - Pelaksanaan eksekusi lahan dan rumah di Desa Raanan Baru, Kecamatan Motoling Barat berakhir ricuh.  Sedikitnya 5 warga menjadi korban keganasan sejumlah oknum polisi diduga anggota Polres Minsel.
Warga yang diduga menjadi korban pemukulan oknum polisi masing-masing, Stenly Kawengian (44), Yosua Kawengian (20), Listra Palapa (22), Donny Rompas (20), Frisky Kawengian (19). Para korban mengalami luka lebam di sekujur tubuh. Peristiwa itu terjadi Rabu (24/1) sekira pukul 14.00 wita, di Desa Raanan Baru, Kecamatan Motoling Barat.
Informasi yang dirangkum menyebutkan, siang itu dilaksanakan eksekusi Pengadilan Negeri Amurang di lahan milik keluarga besar Kawengian Kumajas. Pihak kepolisian melibatkan personil Polres, Polsek, dan Tim Patola. Saat pelaksanaan eksekusi dimulai, sejumlah warga menghalangi petugas yang melaksanakan eksekusi. Situasi saat itu tidak terkendali, dan diduga beberapa oknum kepolisian bertindak anarkis. Bahkan dalam rekaman siaran langsung yang diunggah di media sosial facebook, sempat merekam aksi kekerasan yang dilakukan oknum polisi.
Lima warga diciduk oknum polisi, dan dipaksa naik ke mobil patroli. Terpantau, ada sekira empat orang yang berhasil ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. Salah satu korban Yosua Kawengian mengaku dianiaya oknum polisi, mulai dari dinaikkan dalam mobil patroli. "Saya diperlakukan seperti binatang. Dilempar ke dalam mobil, dan diinjak di kaki, dan ditahan dileher," akunya.
Sonny Marentek, keluarga korban mengaku keberatan dengan tindakan yang dilakukan beberapa oknum polisi. Dan menurutnya, persoalan ini sudah dilaporkan ke pihak Polda Sulut. "Kami hanya meminta keadilan. Kami mohon kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya, sembari berharap masyarakat jelata seperti kami masih bisa mendapat keadilan.
Sementara, Kapolda Sulut melalui Kabid Propam Kombes Pol Deny Dariady membenarkan laporan tersebut. "Kami akan menindaklanjuti laporan tersebut," tandasnya. (meyvo rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

20.30.00

0 komentar:

Posting Komentar