Iklan

Dugaan Pencemaran Nama Baik, Oknum Aktivis Bolmong Mangkir Dari Panggilan di Polda

Posted by Marchel Hormati on Kamis, 18 Januari 2018

MANADO- FM alias Fir, oknum Aktivis asal Bolaang Mongondow yang dilaporkan terkait dugaan kasus pencemaran nama baik melalui media sosial facebook, tidak memenuhi panggilan pemeriksaan atau mangkir dari agenda yang dijadwalkan, Kamis (18/1) kemarin di Polda Sulut.
Meski demikian, berdasarkan informasi yang diterima dari sumber resmi menyebutkan, Fir berjanji akan datang memenuhi panggilan pada Rabu (24/1) pekan depan.
"Dia tidak datang dengan alasan sedang berada diluar daerah. Namun, penyidik tetap menunggu hingga pekan depan sesuai dengan janji terlapor," ungkap Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Ketika ditanya apabila terlapor kembali mangkir, Tompo dengan tegas menyatakan pihaknya akan kembali melayangkan undangan pemanggilan kedua.
"Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Setelah pelapor dan sejumlah saksi dimintai keterangan, selanjutnya terlapor yang akan dimintai keterangan," jelas Tompo.
Seperti diketahui, FM dilaporkan ke Polda Sulut, 15 Desember 2017 lalu berdasarkan laporan polisi Nomor : STTLP/1017.a/XII/2017/SPKT. Kasus ini dilaporkan Husni Towidjojo SH selaku kuasa hukum Hanny Pontoh yang merupakan Bapak Angkat KUR Mitra SP3 Bolmong Bank Artha Graha Manado.
“Intinya FM mengatakan di medsos facebook bahwa klien saya adalah penipu. Sekali lagi dikatakan penipu. Klien saya merasa keberatan dengan hal itu,” ujar Husni.
Lanjut Husni, FM bisa dikenakan ancaman hukuman pidana karena menurut dia melanggar Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal 27 Ayat 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008.
“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik. Ketentuan Pidana, Pasal 45 ayat 1 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008,” ucap Penasehat Hukum kondang ini.
“Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun (empat tahun setelah diubah menjadi Undang-undang nomor 19 Tahun 2016) dan atau denda paling banyak Rp 1 Milliar,” urainya.
Husni menguraikan, salah satu status yang ditulis oleh FM diantaranya menyangkut nama baik klien saya. “Inilah contoh kecil bentuk amburadulnya administrasi Bank Artha Graha dan pembodohan/penipuan terhadap rakyat Bolmong yang dilakukan oknum Bank dan oknum bapak angkat dan agen-agen nya,” urainya. (Samuel)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

01.03.00

0 komentar:

Posting Komentar