Iklan

Gas LPG 3 KG Mulai Langka di Minut Menjelang Natal

Posted by Marchel Hormati on Kamis, 07 Desember 2017

Minut, identitasnews.com - Mendekati Perayaan Natal masyarakat Minahasa Utara sulit mendapatkan isi ulang tabung gas LPG 3 KG yang akan digunakan memasak baik makanan maupun kue.
Terpantau ada beberapa  warung yang segaja menjual gas LPG 3 Kg namun harganya melonjak tajam, bahkan sampai Rp 30 ribu pertabung. Jika dibandingkan dengan harga eceran tertinggi pangkalan hanya sampai Rp 18 ribu per tabung.
Ronald salah satu Pangkalan LPG 3 KG di Desa Matungkas mengatakan ketika mobil pengangkut gas dari Agen Anugerah Lestari masuk masyarakat langsung menyerbu dan tidak sampai sehari langsung habis
"Kami hanya memberikan jatah perkeluarga 1 Gas LPG itupun masyarakat berdomisili di Matungkas dan harus menulis nama yang sudah kami sedikan buku dan pasokan yang di berikan agen 80  tabung gas seminggu 3 kali dan itupun tidak mencukupi"tutur Ronald.
"Padahal di Matungkas ada 4 Pangkalan yakni di Jaga 1,Jaga 4 Jaga 9 Perum Viola dan Jaga 10 dan Perum Griya Bintang Mas dengan  kurang lebih 3000 Kepala Keluarga termasuk 11 Perumahan sudah berdiri"Jelas Ronald
Ketika di konfirmasi ke pihak Pemkab Minut melalui Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs Alan Mingkid Kamis (07/12/2017) mengatakan, Pemkab Minut lewat Bagian Perekonomian saat ini tengah melakukan monitoring untuk mengecek langsung penyebab kelangkaan tabung gas LPG 3 kg ini. Sejak senin kemarin.
Kabag Perekonomian Tati Thayeb bersama Staf tengah melakukan monitoring untuk memantau ketersediaan gas, termasuk juga memonitor agen dan pangkalan. Tadi juga mereka berada di wilayah Likupang,” ungkap Mingkid
Di jelaskan Mingkid di Minu LPG 3 Kg bersubsidi dilayani oleh 4 agen, yang terdiri dari PT Anugerah Lestari dengan jumlah pangkalan 146, PT LPG Kawan Sejahtera jumlah pangkalan 38, PT Tonsea Jaya jumlah pangkalan 74 dan PT Anita Kumayas jumlah pangkalan 53 pangkalan. Setiap minggunya di Minut keempat agen ini menyalurkan 40.320 tabung. Sedangkan untuk tiap bulannya disalurkan 201.600 tabung sejak Januari 2017.
Sebab lain disinyalir, saat dirinya mengikuti rapat perubahan subsidi LPG di Kota Makasar, terjadi pengurangan hampir 3 juta matrik ton pada Perubahan APBN-P karena terdapat kekurangan penerimaan negara pada proyeksi-proyeksi yang ada, tidak semuanya mencapai target yang berdampak terhadap subsidi pada masyarakat.
“Sebenarnya langkah pengurangan subsidi ini sudah lama tercium, untuk itu sejak bulan Mei Pemkab Minut bersama PT Pertamina telah melaunching penggunaan Bright Gas 5.2 kg. Dari target sebenarnya 500 tabung bright gas, telah melampaui, karena mencapai 1432 tabung", jelas Mingkid.
"Namun demikian dalam kelangkaan tabung gas 3 kg ini bila didapati ada pihak pangkalan di Minut yang sengaja menjual tidak pada area yang sudah ditentukan, pihak Pemkab Minut bersama Pertamina akan menindak pangkalan tersebut dengan mencabut ijin pangkalan. Karena pada tahun ini ada pangkalan ditemukan menjual di kabupaten lain, ijin mereka langsung dicabut. Bupati juga telah menyurat ke pengusaha rumah makan yang bukan lagi UMKM pada bulan Juni, menghimbau untuk menggunakan bright gas", terangnya.
"sejak launching bulan Mei, selain 1432 tabung bright gas 5.2 kg yang dipakai ASN, ada juga yang dijual salah satu agen di Minut sebanyak 1500 tabung. Jadi posisi penggunaan tabung bright gas 5.2 kg di Minut telah mencapai 1932 tabung. beber Mingkid.

"Kami sudah berkonsultasi dengan pihak kantor LPG yang ada di Desa Matungkas agar menambah Kuota untuk Kabupaten Minut namun pihaknya mengatakan itu semua sudah diatur setiap Kuota dan tidak boleh ada perubahan"Kunci Mingkid. (herman)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.04.00

0 komentar:

Posting Komentar