Iklan

Warga Keluhkan Jalan Kawangkoan-Kuwil, Perusahan Pelaksana Proyek Waduk Terkesan Tutup Mata

Posted by Marchel Hormati on Kamis, 30 November 2017

VAP: Pemkab Minut telah
siapkan anggaran 25 M
dan minggu depan akan dilelang
Minut, identitasnews.com - Masyarakat Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat merasa keberatan dengan Keberadaan Mega Proyek pembangunan Waduk Kawangkoan-Kuwil di DAS Sungai Tondano Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat yang digalang Gubernur Sulut, untuk kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara,
Pasalnya, dengan adanya waduk tersebut, banyak sarana dan fasitas mengalami peningkatan. Contohnya harga tanah disekitar waduk nanti, otomatis akan mengalami peningkatan.
Belum lagi segi positif lainnya seperti PLTA dan PDAM nantinya. Masyarakat Kota Manado juga tidak perlu takut dengan bencana banjir dan sebagainya.
Namun satu hal yang harus diperhatikan juga yaitu, sisi buruk daripada kehadiran pembangunan waduk tersebut.
Dampak buruk daripada mega proyek pembangunan waduk Kawangkoan-Kuwil, sudah mendera masyarakat Kuwil, Kaleosan dan Sampiri.
Pasalnya, jalan utama (Jalan Kawangkoan-Kuwil) yang sehari-hari dilalui warga tiga (3) desa itu, karena selalu dilalui dam-truk ukuran jumbo, disana-sini nampak sudah berlubang.
"Kalau hujan, air meluap ke jalan, disertai serpihan kerikil tajam dan lumpur, sehingga berbahaya bagi pengguna sepeda motor dari arah Kawangkoan," keluh Yubilarisa Menajang mahasiswi asal Desa Kaleosan.
Dari pengakuan warga, tidak jarang  sepeda motor lewat jalan itu terpeleset karena saat pengendara menginjak rem, roda sepeda motor selip hingga kehilangan keseimbangan.
"Sudah banyak warga yang jatuh gara-gara terpeleset, tapi tak tahu harus mengaduh pada siapa. Kalau musim panas, debu berterbangan, kalau musim hujan, jalan dipenuhi lumpur dan kerikil halus," ujar Frenly Sambow warga Kuwil.
Menyikapi keresahan warga sedangkan pihak pelaksana sulit ditemui, maka Stendy S Rondonuwu petinggi LSM Adat Laskar Manguni Indonesia (LMI), menyesalkan hal itu.Kamis (30/11/2017)
"Walau realisasi proyek itu bertujuan mensejahterakan rakyat nanti, namun pihak pelaksana pekerjaan harus melihat tahapan saat menuju masa perampungan proyek. Kesejahteraan rakyat harus diprioritaskan, dan itu diawali dari status jalan," Jelas Rondonuwu.
Pihak kontraktor, lanjut Stendy, perusahaan dan pelaksana serta pihak Balai Sungai harus memperhatikan jalan yg ada di seputaran proyek tersebut.
"Jangan sengsarakan masyarakat demi kepentingan perusahaan saja. Kami tahu pihak pelaksana tetap menyiram jalan, tapi harus di awasi. Kalau jalan sudah berdebu, disiram agar mata para pengguna jalan tidak terganggu saat naik atau menuruni jalan itu," tukas Stendy.
Kata Rondonuwu lagi, sebelum proyek waduk Kuwil dimai, jalan penghubung Kawangkoan-Kuwil sudah ada. Jangan gara-gara proyek, masyarakat harus dikorbankan," pitanya.
Bupati Vonny Aneke Panmbunam saat rapat Paripurna langsung menanggapi masukan dari Stendy Rondonuwu Ketua Fraksi Demokrat DPRD Minut bahwa anggaran proyek itu sudah di lelang dan minggu depan sudah ditatayang siapa perusahaan pemenang tender 25 miliar Proyek Jembatan Kuwil.(Herman)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

17.00.00

0 komentar:

Posting Komentar