Iklan

Wa'anea Bekerja Sama Dengan Dispar Minut Gelar Seni Budaya Tonsea di TMII & Bundaran HI Berjalan Sukses

Posted by Marchel Hormati on Sabtu, 25 November 2017

Jakarta, identitasnews.com - Guna menggali adat seni budaya yang mulai hilang dan punah atas pergeseran masa yang semakin maju dan modern dengan ilmu Pengetahuan yang ada di tanah Tonsea Maka, Wa ane Tonsea bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dispar)Minahasa Utara menyelengarakan Festival Budaya Tonsea, Sabtu (25/11) di ajunan Taman Mini Indonesia Indah. Dalam sambutan Ketua Panitia Johny Politon, S.H mempaparkan, karena Kasih dan Rahmat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kegiatan Pagelaran Adat Seni budaya Tonsea, Minahasa Utara (Minut) Sulawesi Utara (Sulut) dapat dilaksanakan sebagaimana kita lihat dan saksikan saat ini.
"Latar Belakang pelaksanaan kegiatan ini, adalah kerinduan dari paguyuban warga Jakarta dan sekitarnya yang tergabung dalam Paimpuluan ne Tonsea (paguyuban ikatan kekerabatan sedaerah asal) yaitu Tonsea yang dalam rangkaian kegiatannya mengisi kegiatan program kepengurusan 2016 – 2020 yang di arahkan oleh  Ketua Umum sebagai kepengurusan yang mengutamakan kepada kebudayaan dengan motto “ TONSEA BERBUDAYA” ," ujar Politon.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, budaya adalah faktor yang sangat penting untuk meneguhkan identitas, ciri, karakter dan jati diri bangsa. Bangsa yang kuat memiliki kepribadian dan budaya yang tidak mudah dipengaruhi oleh budaya lain.
"Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh budaya kerja, kejujuran tinggi, selalu haus akan prestasi, sehingga melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak hentinya mendorong rakyat untuk melakukan penemuan (Invention) dan pembaruan (innovation)."tutur Gubernur Sulut Dondokambey.

Gubernur Sulut menambahkan, bahwa Sulut adalah provinsi yang terdiri dari 15 kabupaten kota. Tonsea adalah salah satu Sub Etnis Suku Minahasa yang wilayahnya, keseluruhan kabupaten Minut, kota Bitung sebagian kota Manado dan sebagian kabupaten Minahasa.
"Tonsea diharapkan menjadi salah satu pilar penting  dalam masyarakat Sulut. Melalui kegiatan senibudaya yang dilaksanakan pada kesempatan ini  tentunya diharapkan dapat menjadikan orang kawanua, khususnya Tonsea kedepan semakin eksis dalam mengambil peran penting mendukung program-program pemerintah khususnya, "tuturnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan yang diwakili Sekertaris Daerah (Sekda) Ir. Jemmy Kuhu MA menjelaskan, bahwa kegiatan ini kami akan agendakan tahunan, karena mengmotifasi kepada kita bahwa di Jakarta bisa lakukan kegiatan festival budaya Tonsea.
"Ditahun kedepan Pemkab Minut akan agendakan kegiatan seperti ini, karena Minut sudah dikenal masyarakat lokal maupun Internasional, "ujar Kuhu.
Sementara Kadis Pariwisata Minut Theodoran Luntungan berterima kasih atas gagasan dari para Tou Tonsea yang bermukim di Jabotabek yang menjaga Kebudayaan Tonsea sehingga Festival ini berjalan dengan sukses dihadiri banyak pengunjung berbagai suku yang ada di Indonesia bahkan juga ada terlihat turis Manca negara.
Turut menghadiri  festival yaknibGubernur Sulut Olly Dondokambey, Badan penghubung Provinsi Sulut di Jakarta Weldi Poli, Walikota Bitung Maxmillian Lomban, Ketua DPRD Minut Berty Kapojos, Sekda Minut Ir. Jimmy Kuhu MA, Asisten 1 Rivino Dondokambey, kepala dinas Pariwisata Theodora Luntungan, kaban BKD Styvi Watupongoh dan Kaban Bappelitbang Arnolus Wolajan.
Perlu diketahui sebelum Festival budaya Tonsea ini telah diadakan kegiatan turnament Tonsea Charity Golf panitia juga mengundang Pemkab Minut ikut serta dalam Festival Budaya Tonsea yang diadakan di anjungan Sulawesi Utara (Sulut). Yang ikut serta kegiatan ini dinas Pariwisata Minut d meriahkan dengan tarian Tumatenden SMP N 2 Airmadidi, tari Maengket dari SMP N 1 Airmadidi, dan Katreli dari Utu Keke 2016.
Yang menarik Pertandingan golf baik peserta dan panitia memakai pakaian budaya Tonsea dan kegiatan sudah dilakukan bulan Oktober, dari turnament golf ini kita mendapatkan dana untuk lakukan kegiatan Festival Budaya Tonsea, Inilah rangkaian kegiatan Festival Budaya Tonsea.

*Permainan rakyat Tonsea  Sabtu (25/11/2017) Pukul 13:00 - 17:30*

1.Mengelolah Kelapa (Berpasangan)
2.Lari Pingkur (Berpasangan)
3.Gaba - gaba (Perorangan)
4.Tapis Beras.(Perorangan)
5.Lari Tampurung (Perorangan)
6.Putar Dodutu.(Perorangan)
7.Koy- koy.(Perorangan)
8.Ba'Kriso/Bekeng api (Perorangan)

*Pengelaran Prosesi Perkawinan Adat Tonsea.Sabtu (25/11/2017) Pukul 18:30 -22.00*

1.Pengelaran prosesi naik rumah baru.
2.Pengelaran musik bambu Kolintang,tari lenso,tari       katreldan tari Kebesaran Tari rumaris maengket.
3.Plakat Makaaruyen.

Devile & Pegelaran Budaya Tonsea serta Deklarasi Tahun kunjungan wisata Sulut 2018 Minggu (26/11/2017) di Bundaran Hotel Indonesia

1.Kabasaran - kabasaran berkuda
2.Kolintang dan musik bambu
3.Tarian maengket,lenso,Katreli,rumaris tumatenden dan paduan suara. (Herman)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

22.00.00

0 komentar:

Posting Komentar