Iklan

Mikrolet Tantang Gocar dan Grab

Posted by Efraim Lengkong on Senin, 23 Oktober 2017

Terlihat kondisi jalan yang biasanya macet.
Manado, identitasnews.com - Biasanya masyarakat kota manado khususnya pengendara roda dua maupun roda empat setiap harinya mengeluh dengan arus lalulintas yang semakin padat alias macet.
"ini rupa so laeng kang, kita so putar-putar deng maitua ba blanja lewat di tampa-tampa biasa macet ini so nda, lancar lancar samua," ucap elita warga malalayang.
 Seperti yang di katakan tapi ada yang berbedah hari ini, terlihat di sejumlah titik-titik kemacetan yang terjadi, kini tidak ada lagi hari ini pemandangan seperti itu.
Berbedah dengan Diksi warga sario, "kita lebe suka jalan manado nda macet rupa ini, mar kita nda tega mo lia tu penumpang kasiang ta biar-biar di jalan," ucapnya dengan rasa kasian.
Pasalnya seluruh kendaraan angkutan kota (Angkot) atau yang dikenal sopir Mikrolet yang ada di kota manado mengadakan demo besar-besaran, seperti kita ketahui surat edaran aksi demo, Senin 23 Oktober 2017.
Aksi demo Kerukunan Basis Sopir-sopir Angkot tersebut rupanya merasa terganggu dengan kehadiran Transportasi Online (Trans Online) yang memang tidak bisa dibendung dengan kemajuan informasi teknologi seperti saat ini.
Warga Manado saat ini pun merasa nyaman dengan Trans Online yang menyajikan kenyamanan dan dijemput di tempat sesuai pemesanan dari warga. Nyaris, Angkot tak mendapatkan lahannya lagi, kecuali mereka-mereka warga yang masih Gaptek (Gagap Teknologi) atau masyarakat menengah kebawah yang tidak memiliki telpon genggam (Hp) yang berbasis teknologi android.
Pelak saja, Angkot makin terpinggirkan bahkan mata pencaharian jauh merosot dengan kehadiran Trans Online, ditambah dengan kemacetan yang tak pernah bisa diatasi Pemerintah Kota Manado.
Kehadiran Trans Online seperti Gocar, Grab, Uber dan lain sebagainya berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan No 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Permen itu mengatur angkutan tidak dalam trayek, seperti taksi, angkutan sewa, carter, pariwisata, dan lainnya yang jelasnya bisa dibaca pada Permen tersebut.
Sementara Angkot berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Rupanya dengan keluarnya Permen Perhubungan tersebut, pemerintah sudah menyikapi jauh-jauh hari dengan kehadiran Trans Online berbasis teknologi, yang konsekuensinya tentu bagi Angkot yang merupakan sarana transportasi yang akan ikut terlibas di era modern ini.
Sopir Angkot adalah bagian dari daerah ini, walau banyak hal minus terhadap Angkot yang ada, namun diperlukan kebijakan yang baik.(achel)


Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

15.52.00

0 komentar:

Posting Komentar