Iklan

GPPMP Usulkan Penggantian Tanggal HUT Provinsi Sulut

Posted by Efraim Lengkong on Jumat, 27 Oktober 2017

SOSIALISASI: Ketua DPD GPPMP Sulut, Hein Kojongian
saat dialog dalam acara yang digagas Kesbangpol Sulut, 
Kamis (26/10) kemarin. (foto : ist)
Manado, identitasnews.com - Hari ulang tahun (HUT) provinsi Sulawesi Utara, pada 23 September diusulkan dirubah oleh DPRD Provinsi.
Demikian ditegaskan Ketua DPD Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) 14 Februari 1946, Hein Kojongian, Kamis (26/10) kemarin.
Alasannya kuat. Pada 14 Februari 1946, pertama kali di Sulawesi Utara, berkibarnya bendera merah putih.
"Kalau selama ini HUT Provinsi Sulut didasari oleh Surat Keputusan Mendagri, pada tanggal 23 September, akan lebih baik bila Hut Provinsi Sulut dilandasi oleh peristiwa heroik tanggal14 Februari 1946. Ini yang menjadi pertimbangan GPPMP Sulut untuk mengusulkan kepada DPR  penggantian tanggal HUT Provinsi Sulut menjadi tanggal 14 Februari, karena pada waktu itu sejarah merah putih terjadi di daerah yang kita cintai ini. Kiranya DPR bisa membahas serta dapat menghasilkan sebuah sebuah Peraturan Daerah (Perda,red) tentang tanggal 14 Februari dijadikan hari ulang tahun provinsi Sulut," tegas Kojongian dalam kegiatan Sosialisasi Pemantapan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi Generasi Muda LVRI dan Ormas/LSM se Sulawesi Utara pada Kamis 26 oktober 2017, di kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Utara.
Bak gayung bersambut, Usulan Ormas GPPMP tersebut disetujui oleh Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).
Ketua LVRI Sulut, Kolonel Purn Boy Kambey menganggap usulan GPPMP untuk penggantian tanggsl HUT Provinsi sangat tepat.
"Kami setuju usulan dari GPPMP tersebut, karena tanggal HUT Provinsi Sulut hanya sesuai SK Mendagri, tetapi yang sebenarnya, peristiwa heroik pada 14 Februari 1946 adalah sejarah yang harus dihargai dan diperingati sebagai hari besar oleh masyarakat Sulawesi Utara," sambung Kambey dalam sesi tanya jawab sosialisasi yang dihadiri puluhan peserta.
Diketahui, kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Sekretaris Badan Kesbangpol Sulut, Drs Mesakh Kombongkila MS mewakili Kepala Badan Evans Steven Liow.
Selain membicarakan tentang peristiwa heroik merah putih 14 Februari 1946, peserta juga disegarkan kembali wawasannya tentang deteksi dan pencegahan dini Radikalisme yang dipaparkan oleh nara sumber, James Tulangow dari Satgas Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Sulut. (kkr)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

21.30.00

0 komentar:

Posting Komentar