Iklan

Diduga Oknum Guru Pembina Pramuka Menyalahi Aturan Mendidik Para Siswa

Posted by Efraim Lengkong on Jumat, 27 Oktober 2017

Ilustrasi
Minsel, identitasnews.com - Meski tugas dan fungsi guru pembina pramuka guna memberikan didikan pembinaan karakter kepada siswa peserta pramuka, bahkan peran dan tugas  pokok serta tanggung jawab pembina pramuka adalah menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab dan mampu membina serta mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik. Kepramukaan merupakan sistem pembinaan dan pengembangan sumberdaya atau potensi kaum muda agar menjadi warga negara yang berkualitas yang mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat baik nasional maupun internasional.
Dalam kepramukaan proses pendidikan terjadi karena adanya pertemuan yang interaktif dan komunikatif yang digerakan oleh Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang dilaksanakan secara teratur, terarah, terencana dan berkesinambungan oleh peserta didik sendiri dengan dukungan orang dewasa.
Orang Dewasa yang terlibat langsung dalam proses pendidikan tersebut di atas ialah Pembina Pramuka.
Kamis 27/10,  di lokasi perkemahan wale Mangindaan ada oknum guru pembina yang tega memberikan ganjaran kepada siswa pramuka hingga Rebah dan langsung pusing, parahnya lagi guru pembina pramuka SMP N 2 Amurang  yang salah menjalankan program pramuka terhadap para siswa peserta pramuka, pasalnya, guru pembina pramuka SMP N 2 Amurang, Bukanya memberikan Pembinaan Karakter terhadap siswa yang sudah kelelahan dari membangun tenda di lokasi perkemahan bahkan sudah mengikuti berbagai kegiatan, bahkan harus menikmati hujan lebat pada malam hari hingga pakaian kering dibadan.  Sang guru pembina pramuka malah menjatuhkan hukuman atau ganjaran kepada anak pramuka tampa mengenal belas kasihan. Parahnya lagi, salah satu anak pramuka yakni pratama Putri mengalami hukuman atau ganjaran berat sekaligus menerima kata-kata makian sampai anak tersebut terjatuh hingga pusing.
Demikian disampaikan beberapa anak-anak pramuka kepada media ini. Menurut mereka hukuman yang diberikan oleh oknum pembina pramuka SMP N 2 Amurang NT sudah  sangat keterlaluan. Bayangkan saja, seorang guru bisa mengeluarkan kata-kata makian,” kalau ngana badiri kita skop ngana, pemimpin mar malas.” Kata beberapa siswa mengulangi perkataan guru pembina pramuka.
Menanggapi hal salah ini salah satu orang tua siswa peserta pramuka. Mengecam tindakan oknun guru pembina pramuka tersebut. Dan meminta kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak untuk dapat bertindak dan memperjuangkan apa yang telah dialami anak-anak pramuka yang sudah dijatuhi hukuman berat.
Kami meminta Pihak komite Sekolah dan Kepala sekolah serta Dinas Pendidikan untuk dapat mecopot dan menonaktifkan guru pembina pramuka yang dimkasud. Karena dikwatirkan jangan sampai peristiwa seperti ini terjadi pada siswa pramuka yang lain.
Kepala Sekolah SMP N 2 Amurang Olfie Aluy ketika dikonfirmasikan berhubungan dengan oknum pembina Pramuka mengatakan ibu pembina pramuka tidak masuk karena ada halangan,dan mengenai informasi tidak seperti itu, karena anak yang pusing karena ada penyakit ma dan kakinya lagi sakit. (meyvo rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

21.00.00

0 komentar:

Posting Komentar