Iklan

502 Peserta Mengikuti Ujian Paket B dan C

Posted by Efraim Lengkong on Selasa, 10 Oktober 2017

MITRA - Ujian Nasional Kesetaraan Paket (UNKP) B dan C berbasis Komputer di SMK 1 Ratahan secara resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan (Dispen) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Djelly Waruis, MM, Selasa (10/10/), kemarin.
Waruis dalam arahannya menegaskan saat ini tak ada lagi perbedaan antara pendidikan formal dan non formal,terlebih pemerintah menjamin seluruh masyarakat untuk mengeyam pendidikan, karena pendidikan akan menopang sumber daya manusia.
“Mitra membutuhkan orang orang cerdas untuk membangun daerah, bapak ibu peserta ujian ini yang nantinya akan menjadi bagian dalam membangun daerah,” ungkap Waruis.
Dirinya berharap, peserta tidak memandang enteng ujian yang akan dihadapi apalagi hanya menganggap sebagai formalitas untuk mendapatkan ijazah paket yang ada.
“Peserta harus serius, isi dengan cermat, karena ujian ini yang bisa mengukur kemampuan selama mengikuti pendidikan kesetaraan,”tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan waruis,para peserta kedepannya tak harus minder untuk menggunakan ijazah yang dimiliki, karena saat ini ijazah tersebut sudah sama dengan ijazah pendidikan formal yang ada.
“Sekarang, ijazah paket sudah bisa lanjut ke perguruan tinggi maupun melamar kerja, makanya peserta harus serius dalam menghadapi ujian,” ucapnya.
Dirinya juga mengatakan, saat ini di kepemimpinan Bupati di butuhkan kecerdasan masyarakat, jangan sampai dapat dibohongi dengan berbagai janji yang bisa merugikan diri dan daerah.
“Kita harus menjadi masyarakat cerdas yang tidak mudah dibohongi dengan berbagai janji, kita juga harus mampu melihat perkembangan mitra dengan segala kemajuan yang ada di bawah kepemimpinan bupati James sumendap SH,” pinta waruis.
Sementara itu, kepala bidang Pendidikan Masyarakat Sarah Kindangen, disela sela UNKP mengatakan dari data 604 peserta dihari pertama UNKP diikuti oleh 502 peserta yang terdaftar di lima Pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM).
“Tadi sesuai rekapan data peserta yang ikut ada 502, dan dibagi dibeberapa sekolah untuk pelaksanaan ujian, sesuai dengan PKBM yang ada,” ucap Kindangen. (tim)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

10.38.00

0 komentar:

Posting Komentar