HUT SHS
Headlines News :
Home » » Tuntut Setnov Ditahan, GAK Demo DPRD Sulut

Tuntut Setnov Ditahan, GAK Demo DPRD Sulut

Written By Efraim Lengkong on Jumat, 08 September 2017 | 01.39.00

AKSI DAMAI : Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Anti Korupsi saat menggelar aksi damai di Kantor DPRD Sulut

Manado - Gerakan Anti Korupsi (GAK) lintas mahasiswa di Sulawesi Utara Kamis (07/09/2017) siang menggelar aksi demo di Kantor DPRD Sulut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap DPR-RI khususnya Pansus Hak Angket yang dinilai sebagai upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang serius mengusut tuntas korupsi e-KTP dan telah menetapkan Ketua DPR-RI Setya Novanto sebagai tersangka."Kami menantang DPRD Sulut dapat menyampaikan aspirasi yang menuntu ketua DPR-RI ditahan,"teriak Ricad Sanger koordinator aksi. Pada aksi yang melibatkan puluhan mahasiswa ini juga menantang 45 Anggota DPRD Sulut dapat mendukung penegakan supremasi hukum yang sedang dilakukan KPK dalam upaya menagkap para aktor intelektual yang terlibat korupsi, "Kami menolak semua keputusan pansus hak angket DPR-RI yang ditetapkan, karena sengaja dibuat untuk melindungi politisi DPR yang terlibat korupsi,"tegas Ricard. Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut saat menerima pendemo menyatakan dukungan terhadap Gerakan Anti Korupsi, menurutnya tindakan Kirupsi adalah bentuk kejahatan yang harus diperangi secara bersama."DPRD Sulut sepakat mendukung pemberantasan korupsi oleh KPK,"ungkap Lumentut dihadapan pendemo. Juga kata politisi Gerindra ini, sebagaimana aturan apa yang disampaikan merupakan kasus nasional yang menjadi kewenangan DPR-RI, namun soal aspirasi yang telah disampaikan GAK Sulut nantinya akan ditindak lanjuti."Soal aspirasi yang sudah disampaikan kami menjamin pasti akan disampaikan ke pemerintah pusat dan KPK,kata Lumentut. Dalam orasinya puluhab mahasiswa, melakukan aksi leoas cepatu dan sendal jepit yang kemudian diletakan diatas poster yang bertuliskan hasil keputusan Pansus Hak Angket DPR-RI." Cepatu dan sendal jepit ini sebagai simbol untuk menginjak hasil rumusan pansus hak angket, dan ini berarti penolakan GAK,"jelas Ricard.(tim)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD