Iklan

Tersangka Solar Cell Bertambah Dua Orang

Posted by Efraim Lengkong on Senin, 25 September 2017

MANADO- Pengusutan kasus Solar Cell tahun 2014 yang dianggarkan sebesar Rp 9 Milliar dari APBD Pemkot Manado dan kerugian negara berkisar Rp 3 Milliar, terus diseriusi Subdit Tindak Pidana Korupsi Polda Sulut. Setelah Solar Cell jilid I empat tersangka ditetapkan masing-masing PI alias Iwo, AM alias Aryanti, LD alias Lucky dan RW alias Robert, setelah itu dari pengembangan kasus ini ditetapkan pula dua tersangka yakni BM alias Mailangkai dan FS alias Salindeho. Dari informasi terkini yang diterima melalui sumber resmi di Mapolda Sulut menyebutkan, ada dua lagi tersangka yang akan bertambah dalam kasus mega proyek ini. Keduanya berinisial H dan P, masing-masing diduga turut menikmati hasil proyek Solar Cell ini. H menerima sebanyak Rp 200-an juta sedangkan P sebanyak Rp 50-an juta. Hal itu sesuai dengan fakta persidangan yang telah menetapkan putusan terhadap Iwo Cs. “Setelah digali dan ditelusuri secara mendalam sesuai dengan bukti dan keterangan dari sejumlah terdakwa, maka dalam waktu dekat akan menyusul dua tersangka baru yang akan ditetapkan,” tukas Pelaksana Harian (Lakhar) Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Suleman Dai. Diketahui Penyidik Tipidkor Polda Sulut sebelumnya telah menahan tersangka FS alias Salindeho, Agustus lalu. Hanya saja, penyidik Polda Sulut masih mencari keberadaan mantan Kadis Tata Kota Manado, BM alias Mailangkay yang buron setelah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Keterlibatan Salindeho, terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), berawal saat saksi Paul Nelwan memberikan informasi pada Iwo bahwa ada proyek Solar Cell di Manado. Iwo bersama Ariyanti kemudian bergerak meminjam PT Subota, guna memenangkan tender. Proses tender belum dimulai, namun Iwo dan Ariyanti telah bertandang ke Manado guna menawarkan brosur solar cell kepada tersangka Mailangkai. Pertemuan yang dilaksanakan di sebuah hotel tersebut, turut diikuti Narapidana Lucky, Robert dan tersangka Salindeho. Begitu tender dimenangkan dan proyek dikerjakan, usut punya usut, ternyata proyek dikerjakan tidak sesuai kontrak. Iwo, diduga kuat telah berani mengubah spesifikasi baterai, yang dalam kontrak harusnya menggunakan baterai 12120 Ah merk Best Solution Batery (BSB). Namun, dirubah menjadi baterai Bulls Power atau BSBp 120 (SNI). Akibatnya, baterai hanya mampu bertahan 3 sampai 6 jam, yang semestinya menyala 10 jam per hari. Ahirnya Negara melalui Distakot Manado, mengalami kerugian yang menurut perhitungan BPKP Sulut berada di angka Rp3 miliar. (Semuel) 

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

11.24.00

0 komentar:

Posting Komentar