HUT SHS
Headlines News :
Home » , » Polres dan Kejari Minut Siap Selidiki Potongan 625 Juta Dandes

Polres dan Kejari Minut Siap Selidiki Potongan 625 Juta Dandes

Written By Efraim Lengkong on Jumat, 08 September 2017 | 01.30.00


AIRMADIDI-- Menyembulnya dugaan pemotongan dana desa (Dandes) sebesar Rp5 juta setiap desa penerima di Minahasa Utara (Minut) untuk biaya sosialisasi di media yang disetorkan ke Dinsos-PMD Minut, langsung disikapi aparat hukum. Polres Minut dan Kejari Minut menegaskan akan membawa masalah potongan dandes ini ke ranah hukum. Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael Sik MH saat diminta tanggapan wartawan usai Paripurna KUA-PPAS APBD-P 2017 di DPRD Minut, Kamis (07/09) menyatakan masalah ini akan diselidiki. "Kalau soal itu saya baru dengar. Tapi seperti yang saya sampaikan beberapa waktu lalu, kalau namanya Dandes itu jangan ada pemotongan. Kalau sudah ada laporan seperti ini, itu akan kami selidiki," tegas Pattiwael. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Minut, Rustiningsi SH MSI kepada wartawan pun menegaskan jika masalah pemotongan Dandes untuk kegiatan sosialisasi tersebut akan dalami oleh pihaknya. "Saya baru baca di media dan itu akan kami dalami atau periksa jika memang ada penyalahgunaan anggaran Dandes," katanya singkat. Di tempat yang sama, Sekda Minut Ir Jimmy Kuhu pun mengatakan jika Dandes ini tidak boleh ada pemotongan. "Tidak boleh ada potongan sebab semua itu sudah diatur dalam peraturan yang berlaku menyangkut penggunaan Dandes," tukas Kuhu. Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah hukum tua (Kumtua) atau kepala desa di Minut mempertanyakan anggaran sebesar Rp5 juta untuk kegiatan sosialisasi dana desa (dandes) yang dipotong setelah pencairan tahap pertama di 125 desa. Menurut mereka, jika dikalikan jumlah desa dengan anggaran Rp5 juta tiap desa, maka jumlahnya Rp625 juta yang disetorkan ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos-PMD) Minut. "Saya mempertanyakan anggaran sosialisasi desa di media massa yang sampai saat ini tidak pernah kami lihat hasilnya," jelas seorang Hukum Tua di Kecamatan Likupang kepada wartawan, Rabu (06/09). Dirinya menyesal karena program pembangunan di desanya, minimal program Dandes yang sudah dikerjakan tidak pernah disosialisasikan lewat media. "Saya pernah melihat beberapa media massa terlebih di kolom atau halaman Minut, tidak pernah ada pemberitaan soal desa kami," katanya. Sementara itu, Kepala Dinsos-PMD Minut, Cakrawira Gundo saat dihubungi wartawan mengaku baru mendengar masalah pemberian uang sebesar Rp5 juta dari tiap-tiap desa. Gundo pun menjelaskan akan mempertanyakan masalah tersebut kebawahannya. "Soal ini masih akan saya tanyakan kepada bawahan saya di kantor," singkatnya.(tim)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD