Iklan

Polda Seriusi Dugaan Penipuan Oknum Dirut PD Pasar

Posted by Efraim Lengkong on Jumat, 15 September 2017

Manado Identitasnews- Pengusutan kasus dugaan penipuan ratusan juta rupiah yang menyeret oknum Direktur utama PD Pasar Manado, AFK alias Keintjem, terus diseriusi Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Sulut.
Hal itu berdasarkan laporan Abdulgani Tamimu (41) salah satu pengusaha di Manado sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/667/VIII/2017/Sulut/SPKT tanggal 28 Agustus 2017.
Kepada wartawan, Pelaksana Harian (Lakhar) Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Suleman Dai membenarkan adanya proses penyelidikan terkait laporan dugaan penipuan tersebut.
"Kasus ini masih terus berlanjut dan masih sementara dikembangkan sesuai dengan bukti dan keterangan yang diajukan pelapor," jelas Suleman.
Nantinya dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan status dari hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik. "Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara sesuai dengan aturan dan mekanisme menurut undang-undang. Pihak Polda Sulut tidak akan pernah memandang bulu dalam pengusutan kasus ini. Sebab, setiap warga negara patut mematuhi hukum yang berlaku," ungkapnya.
Sekedar diketahui, kasus ini berawal medio Februari 2017 lalu ketika pelapor dijanjikan oleh terlapor yang menjabat selaku Dirut PD Pasar Manado, untuk menyewakan MCK selama setahun yang ada dikawasan Pasar Bersehati. Keduanya terjadi kesepakatan penyewaan MCK dengan nilai total Rp 220 juta per tahun.
Selanjutnya, pelapor menyepakati perjanjian tersebut dengan menyerahkan uang muka sebesar Rp 110 juta sebagai tanda terjadinya kesepakatan. Kemudian, pada tanggal 7 Februari 2017 pelapor menyerahkan kembali uang berjumlah Rp 100 juta sehingga total keselurahan berjumlah Rp 220 juta sesuai dengan kesepakatan yang ada.
Disaat bersamaan, antara kedua belah pihak menyepakati kontrak kerjasama tersebut lewat surat tanda terima yang ditandatangani kedua belah pihak dengan disaksikan dua petinggi PD Pasar lainnya. Anehnya, dalam surat tanda terima yang bertuliskan tangan itu, tercantum empat unit sepeda motor merek viar 200 cc dan dua unit CCTV. Padahal, pelapor menyerahkan uang sebagai tanda perjanjian kontrak sebaliknya bukan sepeda motor maupun CCTV.
Setelah beberapa bulan kemudian, pelapor kembali mempertanyakan terkait pengelolaan MCK sesuai dengan kesepakatan perjanjian sewa yang ada. Namun, terlapor terkesan mengabaikan perjanjian tersebut.
Sehingga, pelapor merasa keberatan dan meminta kembali uang Rp 220 juta yang sudah diserahkan. Namun, oknum Dirut PD Pasar Manado kembali berulah. Tak terima dengan sikap dan ulah oknum Dirut PD Pasar, pelapor melaporkan kasus ini ke Polda Sulut.
"Saya berharap kasus ini terus berlanjut dan kami meminta Polda Sulut mengusut tuntas kasus ini hingga dilimpahkan ke Kejaksaan," ucap Gani via ponsel kepada wartawan, kemarin. Terpisah, Dirut PD Pasar, AFK alias Keintjem menyatakan dia menghormati proses hukum yang sedang berjalan. "Bersalah atau tidak bersalah nantinya atas putusan Pengadilan," ujar Keintjem saat dihubungi via ponsel.(Samuel Pongoh)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

23.50.00

0 komentar:

Posting Komentar