HUT SHS
Headlines News :
Home » » Mafia Sianida Sumber Agung Raup Untung Miliaran Rupiah Tiap Pekan

Mafia Sianida Sumber Agung Raup Untung Miliaran Rupiah Tiap Pekan

Written By Efraim Lengkong on Jumat, 08 September 2017 | 01.22.00

MANADO- Toko Sumber Agung yang menjadi agen penyalur sianida di Sulawesi Utara dan Indonesia bagian timur diduga kuat memonopoli penjualan yang sudah berjalan bertahun-tahun. Praktek bisnis bahan berbahaya dan beracun tersebut (B3) oleh Sumber Agung terindikasi lantaran ada back-ing aparat penegak hukum. Dari hasil investigasi yang dilakukan, mafia sianida yang dimainkan oleh Sumber Agung di Sulut dan kawasan Indonesia Timur mendatangkan untung yang tidak sedikit. Bahkan disebut-sebut miliaran rupiah diraup oleh Ko Ferry Gunawan yang disebut-sebut pemilik Toko Sumber Agung yang beralamat di Kompleks Jalan Roda, Pusat Kota 45 Manado. Menurut sumber resmi, Sumber Agung yang semestinya bukan penyalur resmi di pasaran Sulut dan Indonesia Timur menyalurkan sianida setiap pekan atau per minggu sekitar 400 koli untuk kegiatan tambang emas. Padahal semestinya yang berhak adalah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Kuat dugaan ada kongkalingkong antara PPI dan Sumber Agung yang diback-up oknum kepolisian untuk memuluskan praktek mafia sianida. "Harga sianida per koli semestinya dijual 4-5 juta rupiah. Namun oleh Sumber Agung dijual sampai kisaran 6-7 juta rupiah dengan harga beli sekitar 2,5 sampai 3 juta rupiah. Bayangkan berapa besar keuntungan yang diperoleh!" tegasnya. Diduga lantaran diback-up oknum aparat penyaluran ke daerah terutama di pertambangan emas berjalan lancar dan seakan tidak tersentuh aparat yang berwenang. Untung dari praktek monopoli ini sepekan mencapai miliaran rupiah dengan hitungan 400 koli dikalikan selisih penjualan sekitar Rp4 juta. "Lancar dan aman bisnis sianida ini. Harusnya yang menjadi distributor resmi pihak PPI, namun sudah sekian tahun Sumber Agung menjadi penyalur sianida di wilayah Sulut," ujar sumber meminta namanya disimpan. Untuk kesekian kalinya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Sulut bersuara makin keras. Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) LAKRI Sulut Moning Mamengko menegaskan pihaknya akan mengawal dan menginvestigasi ke lapangan. Menurut Moning yang juga Tonaas di Laskar Manguni Indonesia pihaknya akan melakukan penelusuran dan investigasi di lapangan untuk mencari tahu siapa-siapa yang bermain di belakang penyaluran sianida di Sulut dan Indonesia Timur. Moning menegaskan siapapun yang bermain di belakang layar dari praktek mafia sianida ini, harus diusut tuntas dan jangan dibiarkan karena sanagt berbahaya bagi keberlangsungan lingkungan khususnya di wilayah tambang. "Karena tidak terdekteksi, ini akan sangat berbahaya. Harus diusut tuntas. Ketum DPN LAKRI dengan tegas menyebut akan membawa kasus-kasus seperti ini ke pusat, terutama Mabes Polri jika ada oknum polisi yang memback-up praktek ini," tegasnya. Untuk itu Moning meminta pihak berwenang melakukan penyelidikan terhadap praktek mafia sianida yang dilakukan Toko Sumber Agung lantaran memonopoli penjualan padahal bukan pihak yang punya agen resmi penyalur di Sulut dan Indonesia Timur. "Ini ada yang tidak beres. Apalagi senyawa ini termasuk B3 yang penyaluranya harus dalam pengawasan ketat. Bisa saja, kegiatan tambang di Sulut termasuk tambang tradisional membeli dengan jumlah yang tidak terkontrol," tegas Moning. Moning menambahkan, keberadaan sianida di Sulut memang harus dideteksi apakah melalui jalur yang resmi dan berizin atau ilegal. Sebab, penggunaan dan pemanfaatannya sulit diawasi. "Penggunaan sianida haruslah memenuhi kadar batas yang dinyatakan aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Bayangkan, ancaman dan risiko yang sedang kita hadapi. Apalagi, jika senyawa mematikan ini jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggungjawab," tegasnya. Sayangnya, Ferry Gunawan yang berkali-kali dihubungi tidak bersedia memberikan keterangan. Ko Fer terkesan tak takut jika kasus ini diusut lantaran mendapat perlindungan dari oknum polisi. Pun dengan orang-orang yang menjadi kepercayaan Ko Ferry, berkali-kali dihubungi hanya memberikan alasan yang terkesan dibuat-buat. (tim)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD