HUT SHS
Headlines News :
Home » » GSVL: Bakar Nasi Jaha Butuh Kesabaran

GSVL: Bakar Nasi Jaha Butuh Kesabaran

Written By Efraim Lengkong on Senin, 11 September 2017 | 00.11.00

MANADO- Thanksgiving atau pengucapan syukur Kota Manado Minggu (10/09) kemarin berlangsung meriah ditandai dengan ramainya warga yang memeriahkan di berbagai sudut Kota Manado. Nah, Wali Kota GS Vicky Lumentut (GSVL) yang menggagas pengucapan yang masuk agenda Manado Fiesta 2017, terlibat dalam persiapan menu yang disajikan untuk para tamu. Sabtu pekan lalu, kediaman GSVL di Puncak Malalayang, Kecamatan Malalayang sibuk dengan persiapan di mana walikota pilihan rakyat Manado bersama isteri tercinta First Lady Julyeta PA Lumentut Runtuwene ikut membuat kue khas pengucapan seperti nasi jaha, dodol dan kue Bepang. “Untuk membuat kue nasi jaha, dodol dan Bepang butuh keahlian khusus. Karena, kalau asal jadi, rasanya tidak enak dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Selain itu butuh kesabaran. Bakar nasi jaha harus sabar sampai berjam-jam, demikian pula dengan bikin kue dodol dan kue bepang,” ujar Putera Desa Sinuian, Kecamatan Remboken ini. Menurut Walikota GSVL, pengucapan syukur se-Kota Manado baru pertama kali dilaksanakan sehingga, diharapkan tahun-tahun ke depan kegiatan berkesinambungan. Apalagi, makna pengucapan syukur bagi masyarakat Kota Manado berbeda dengan yang dilakukan masyarakat di tanah Minahasa. “Pengucapan Manado tak sama dengan yang dilaksanakan masyarakat di tanah Minahasa. Kita tidak punya hasil bumi yang bisa dipetik atau dipanen, tapi kita bersyukur karena Tuhan memberikan kita suasana yang aman dan rukun, sehingga warga Kota Manado bisa beraktivitas dengan baik. Tahun ini kita bersyukur karena seluruh kegiatan Manado Fiesta 2017 terselenggara dengan baik berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tukas Walikota visioner ini. Sebagai pemimpin Kota Manado, dia mengajak seluruh masyarakat Kota Manado untuk berpengucapan syukur bersama secara aman, nyaman dan sederhana, dengan menerima kunjungan tamu dari luar Manado. “Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban, selama kita berpengucapan syukur. Jangan sediakan minuman keras ataupun mengkonsumsi minuman keras. Karena, pengucapan syukur kita di Manado tidak hanya dilakukan oleh golongan agama atau suku tertentu, tetapi seluruh masyarakat dengan agama, suku dan etnis yang berbeda di Kota Manado,” pungkas GSVL.(tim)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD