Iklan

Eks Kadis Takot Manado Jadi Buron Kasus Dugaan Korupsi Solar Cell

Posted by Efraim Lengkong on Jumat, 08 September 2017

MANADO—Eks Kepala Dinas Tata Kota (Kadis Takot) Manado JBM alias Mailangky, jadi buron aparat penegak hukum. Hal ini sesuai dengan surat DPO (daftar pencarian orang) yang keluar dengan nomor: DPO/3/IX/2017/Ditreskrimsus yang ditandatangani Direskrimsus Polda Sulut Kombes Pol Dedi Sofiandi, Kamis (7/9).
Informasi dihimpun Kawanua Post, Mailangkay terjerat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lampu jalan tenaga surya atau solar cell. Ia masuk DPO karena disinyalir menghilang atau melarikan diri ke suatu tempat.
Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo melalui Lakhar AKBP Suleman Dai ketika dikonfirmasi membenarkan kalau Polda Sulut sudah memberitahukan ke Mabes Polri dan menyebarkan surat DPO tersangka korupsi solar cell Manado ke wilayah Indonesia.
‘’Pekan lalu kita sudah mengirim surat DPO ke Mabes Polri, selanjutnya menyebarkan surat DPO itu ke wilayah-wilayah,’’ katanya.
Alasan status DPO Mailangkay diterbitkan Polda Sulut karena dia dinilai tidak kooperatif. Ketika dipanggil, Mailangkay selalu mangkir dari panggilan atau tidak pernah hadir.
Upaya pencarian terhadap Mailangkay pun telah dilakukan. Bahkan, belum lama ini personil Polda Sulut telah bertandang ke Jakarta untuk mencari Mailangkay. “Selain itu, Polda Sulut pun telah bekerjasama dengan Bidang IT Mabes Polri. Hanya saja, upaya itu nihil. Penyidik Polda Sulut tak berhasil menemukan DPO kasus korupsi itu,” pungkas Dai.
Diketahui, dalam perkara kasus korupsi Solar Cell jilid II ini selain Mailangkay, Polda Sulut juga turut menjerat FS alias Fence sebagai tersangka. Tersangka Fence pun telah dipenjarakan Polda Sulut.
Keterlibatan mereka terendus dalam proses persidangan yang menjerat terpidana Paulus Iwo, Aryanti Marolla, Robert Hendrik Wowor dan Lucky Martolomius Dandel.
Dimana, Fence yang saat itu berperan sebagai Ketua Pojka ULP, sedangkan Mailangkay selaku Kuasa Pengguna Anggaran.
Dalam amar putusan Majelis Hakim, disebutkan kalau perbuatan melawan hukum Iwo cs secara bersama-sama, berawal dari adanya pertemuan di Hotel Quality Manado, yang dihadiri Ariyanti, Robert, Lucky, Fence dan Mailangkay.
Herannya, pertemuan tersebut digelar sebelum proses tender atau lelang dilakukan. Pelanggaran lain yang juga menerangkan tentang keterlibatan Fence, ikut dibeberkan Majelis Hakim. Dengan menyebutkan kalau Pokja ULP tidak pernah melakukan pengecekan ke Bank Mandiri atas dokumen penawaran yang diajukan PT Subota Contractor Internasional dengan nomor MBG774029164814N, tanggal 12 September 2014.
Padahal itu merupakan kewajiban Pokja ULP. Dan setelah pihak kepolisian melakukan pengecekan langsung ke Bank Mandiri, pihak Bank langsung mengeluarkan surat resmi Nomor 4.Br.Jm/0502016 tanggal 16 Mei 2016, yang menyatakan bahwa di data base Bank Mandiri ternyata banggaransi atas nama PT Subota dengan nomor MBG774029164814N tidak tercatat dalam administrasi PT Bank Mandiri.

Namun, pihak Pokja ULP justru berani meloloskan PT Subota sebagai pemenang tender. Alhasil, ketika proyek Solar Cell berbanrol Rp9,6 miliar dikerjakan, terjadi kerugian negara sebesar Rp3 miliar lebih. (tim)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

01.41.00

0 komentar:

Posting Komentar