HUT SHS
Headlines News :
Home » » Pilkada Minahasa 2018, JRK Dijagokan Dampingi Petahana

Pilkada Minahasa 2018, JRK Dijagokan Dampingi Petahana

Written By Efraim Lengkong on Senin, 21 Agustus 2017 | 22.25.00

MINAHASA—Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa, Jeffry Robby Korengkeng (JRK), ramai diperbincangkan publik sebagai salah satu Bakal Calon (Balon) wakil bupati, yang dijagokan layak mendampingi petahana, Jantje Wowiling Sajow (JWS) di Pilkada Minahasa 2018 mendatang.

Salah satunya, datang dari Wakil ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Sulut, Steven Kandouw.
Menurut Wakil Gubernur Sulut ini, JRK yang memiliki reputasi mentereng di birokrasi dinilai pantas mendampingi JWS yang tak lain adalah Ketua DPC PDIP Minahasa.

"Sosok JRK pantas mendampingi JWS di Pilkada 2018 mendatang. Beliau adalah birokrat handal, bahkan satu diantara 50 birokrat terbaik di Sulut,”ungkap Kandouw di sela-sela kegiatan pertanian di Ranowangko Kecamatan Kombi, beberapa waktu lalu.

Selain Wagub Sulut, dukungan juga datang dari Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Tondano Timur. Melalui Ketuanya, Marchel Wolayan, figur JRK pantas didaulat oleh partai yang akan mengusung inchumbent JWS di pilkada yang digelar 27 Juni 2018 mendatang itu.

"Nama JRK muncul saat agenda pengusulan nama-nama bakal calon saat pelaksanaan Rakor PDIP beberapa waktu lalu,"ungkap Wolayan, yang turut didampingi beberapa ketua-ketua PAC.
Kedepannya, lanjut Wolayan, ia bersama kader-kader moncong putih di tanah Toar Lumimuut ini menyerahkan sepenuhnya kepada para pengurus DPD dan DPP.

"Sebagai kader, tentunya apa yang menjadi keputusan pengurus DPD, maupun DPP kita tinggal mengikutinya. Dan tuntunya harus berdasarkan mekanisme partai dan melalui hasil survei,"jelasnya.

Dari informasi yang dirangkum, bupati JWS di prediksi akan menggunakan PDIP sebagai kendaraan politiknya pada Pilkada 2018 mendatang.

“JWS tinggal menunggu SK dari DPP PDIP. Soal siapa yang akan mendamping beliau, itu belum ada informasinya,”terang sumber, yang tak mau namanya dipublikasikan.

Diketahui, JRK merupakan jebolan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang berhasil menyandang gelar Sarjana Hukum Tata Negara pada tahun 1986.

Selanjutnya, pria yang lahir di Kakas Minahasa 1961 ini, melanjutkan studi Pasca Sarjana (S2) di Unsrat dengan mengambil jurusan Pengelolaan Sumber Daya Pembangunan dan lulus tahun 2007.

Selama menjadi pamong, JRK dikenal sebagai sosok yang memiliki integritas tinggi.

Karirnya gemilangnya dimulai saat ia dipercayakan sebagai Kasubag Personalia Kepegawaian dan Kabag Administrasi Kepegawaian Dipenda Sulut (1991).

Kemudian, pria low profile ini diberi tanggungjawab lebih menantang sebagai Kabag Dokumentasi Hukum pada Biro Hukum dan HAM (1993).

Setelah itu, ia menjabat Kabag Hukum (1998), dan di tahun 2001 ia dipercaya oleh Gubernur A.J Sondakh sebagai Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Sulut.

Bekerja sebagai birokrat, JRK selalu bersyukur dipercaya oleh gubernur dan wakil gubernur Sulut untuk memegang berbagai jabatan prestesius seperti menjadi Penjabat Wali Kota Tomohon tahun 2005.

Usai berkarir di Tomohon, berbagai jabatan bergengsi mulai disematkan kepadanya diantaranya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulut (2006-2009), dan memegang dua jabatan sekaligus yakni Asisten Pemerintahan dan Kesra dan Inspektur Pemprov Sulut (2010).

Cemerlangnya karier JRK di level propinsi, mendorong Gubernur Sulut, Sinyo H Sarundajang, menugaskannya membenahi birokrasi di tahah kelahirannya sebagai Sekda Minahasa (2013-sekarang).

Meski sudah berada di puncak karir, birokrat peraih dua penghargaan Presiden RI yakni Satyalancana Karya Satya 10 Tahun (2007) dan Satyalancana Karya Satya 20 tahun (2009), merupakan sosok figur yang gemar bergaul dan akrab dengan siapa saja.

Tak heran, pria yang pernah mengikuti pelatihan serta Diklat Human Right, Democrazy di Amerika Selatan, kemudian Benchmaking Pengelolaan SDM sektor Publik di Malaysia dan Thailand ini masuk kategori pejabat favorit di mata PNS.

“Sifat pak Korengkeng tidak bisa jauh-jauh dari motonya yakni Si Tou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk menghidupi/mendidik/menjadi berkat bagi orang lain),”ungkap salah satu ASN yang sehar-harinya bertugas di lingkungan Setdakab Minahasa.(tim)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD