HUT SHS
Headlines News :
Home » , » Mengaku Istri Jenderal, Wanita Sombong Tampar Aviation Security Bandara Sam Ratulangi

Mengaku Istri Jenderal, Wanita Sombong Tampar Aviation Security Bandara Sam Ratulangi

Written By Unknown on Rabu, 05 Juli 2017 | 19.30.00

Manado, Identitasnews.com - Kasus menghebohkan dunia maya dan seluruh pemberitaan di antero NKRI, dimana seorang wanita berbaju hitam dengan beraninya telah menampar wajah seorang petugan bandara, ternyata terjadi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Sulawesi Utara pada Rabu 5 Juli 2017.

Penyebab meledaknya emosi wanita berkacamata hitam itu terinformasi, hanya karena maslah sepele yaitu prosedur standar yang diberlakukan oleh pihak Bandara. Dia menolak saat diminta melepas jam tangan oleh petugas.
Sesuai prosedur standar, Jam tangan para penumpang akan dimasukan ke mesin X-Ray, namun wanita tersebut tidak bersedia dan malah membuat keributan seperti yang ada dalam video. Wanita ini juga diberitakan mengaku sebagai istri jenderal bintang satu.
Informasi terakhir juga mengatakan petugas Avsec tersebut sudah melakukan visum.

Satu hal yang menjadikan berita ini heboh adalah, wanita yang menampar pegawai bandara tersebut mengaku yang mana suaminya adalah seorang Jenderal Polisi berbintang satu. Apabila pengakuan itu benar, apakah suami dari wanita angkuh itu dapat membela isterinya?
Dalam akun twiternya di Jakarta, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menyesalkan ulah, sikap dan perilaku wanita arogan tersebut.
"Saya sangat prihatin dengan kontrol emosi Ibu ini yang sangat jelek disamping kelakuannya yang super duper arogan terlepas dari siapa suaminya. Bayangkan itu sampai anak yang bersamanya saja berusaha melerai tapi Ia bahkan masih berteriak-teriak. Tak segan pula Ia menampar petugas di depan anak kecil itu. Apa yang mau dia ajarkan coba dengan sejarah yang dipertontonkannya sendiri seperti itu? Tidak malukah dia karena sepertinya si bocah justru lebih tahu kalau tingkah wanita ini keterlaluan.

Dan sekali lagi andai pengakuannya sebagai istri jenderal benar, kalau sama orang lain yang dia kenal dan mungkin dalam batinnya “ah lu cuma petugas bandara” sikapnya seperti itu bagaimana ya kira-kira dia bersikap ke anak buah suaminya beserta istri-istri mereka? Bagaimana ya dia memperlakukan asistennya di rumah? Dan bagaimana ya dia memandang masyarakat umum yang tidak punya jabatan seperti suaminya? Jangan-jangan sikapnya arogan dan bossy juga. Sungguhlah uang itu seringkali tidak bisa membeli kelas ataupun menjadikan seseorang menjadi berkelas. Semua kembali ke individu masing-masing.
Sementara, EW petugas pengamanan bandaranSamratulangi yang jadi sasaran aniaya sang pelaku yang sebelumnya, telah memukul petugas berinisial AM, rekan EW. Kekerasan fisik di titik pemeriksaan X-ray terminal keberangkatan, Rabu (5/7), itu terjadi karena si pelaku, perempuan berkaca mata gelap berusia 46 tahun, pemegang tiket pesawat Batik Air menuju Jakarta, menolak mencopot arlojinya untuk dipindai.
"Saya laporin ibu, ya," seru EW setelah pipi kirinya menerima tamparan.
(Perkataan EW ada dalam rekaman yang beredar di duni maya red-) Rekaman video berisi peristiwa di Bandar Udara (bandara) Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, melontarkan pernyataan yang membela petugas. Menurutnya, dikutip Liputan6.com, "seharusnya kita semua menghargai petugas yang menjalankan tanggung jawabnya untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang".

Penegasan Budi jelas memiliki dasar. Keputusan para korban penganiayaan dimaksud sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Setiap penumpang dan barang yang akan diangkut pesawat udara wajib diperiksa. Pemeriksaan menjadi tugas serta kewenangan petugas pengamanan sebelum memasuki daerah keamanan terbatas dan atau ruang tunggu di bandara.
Secara lebih terperinci, aturan pemeriksaan terhadap penumpang dan barang termuat dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara pada 2010 mengenai tata cara pemeriksaan keamanan penumpang, personel pesawat udara, dan barang bawaan yang diangkut dengan pesawat udara dan orang perseorangan.
Pasal 23 peraturan tersebut menyebutkan "personel keamanan bandar udara yang bertugas sebagai pengatur arus masuk penumpang, personel pesawat udara dan orang perseorangan serta barang bawaan...mengatur, memeriksa dan mengarahkan serta memastikan...bagasi atau barang bawaan yang ditempatkan pada conveyor belt mesin x-ray pada posisi yang tepat untuk pemeriksaan dan memastikan jarak antara dua bagasi atau barang bawaan".
Kemudian, arloji pun termasuk dalam jenis barang yang mesti dipindai: "mantel, jaket, topi, ikat pinggang, ponsel, jam tangan, kunci dan barang-barang yang mengandung unsur logam diperiksa melalui mesin x-ray".
Ketentuan ini tak hanya berlaku bagi penumpang, tapi juga bagi personel pesawat udara seperti pilot dan awak kabin.(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD