HUT SHS
Headlines News :
Home » , » Komitmen Kawal NKRI Harga Mati, LSM Waraney Puser in'Tana Tegas Tolak Radikalisme

Komitmen Kawal NKRI Harga Mati, LSM Waraney Puser in'Tana Tegas Tolak Radikalisme

Written By Unknown on Sabtu, 01 Juli 2017 | 12.56.00

Rarung: "Bagi para generasi muda yang merasa bertanggungjawab terhadap keamanan dan keutuhan NKRI, mari bersama kita jaga negara dan setiap agama yang ada di Indonesia ini"


Manado, Identitasnews.com - Berbagai tindakan dan upaya menjaga keutuhan Pancasila, UUD 1945 bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan pihak atau kelompok ekstrim menggonceng paham radikalisme yang berkedok organisasi agama dan paham sesat lainnya, banyak masyarakat di Indonesia membentuk kelompok atau organisasi mendukung kinerja pemerintah baik secara pamrih maupun secara sukarela.
Namun di Provinsi Sulawesi Utara, ada beberapa Ormas (Organisasi masyarakat) yang intens mengawal keamanan dan keutuhan NKRI, bergerak, namun terstruktur berdasarkan ajaran Agama, adat, tradisi dan budaya yang diyakini setia dan komitmen mengawal kepak sayap Burung Garuda (PANCASILA).
Dari sekian ormas adat yang berdiri gagah di Tanah Mina'Esa (Minahasa) dan Bumi Malesung (Sulawesi Utara red-), ada satu Ormas Adat yang memilih bergerak diam-diam sambil memantau, menyebar intelijen keseluruh pelosok, berkordinasi dengan aparat dan pemerintah, sambil menanti apa yang akan dilakukan bila negara memanggil.
Lembaga Swadaya Masyarakat Adat, Waraney Puser in’Tana Toar-Lumimuut (LSM WPITL), itulah ormas adat nasional yang bermarkas besar di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara ini.

Dibandingkan dengan ormas adat lain yang memilih vokal dan eksis tampil menyuarakan Viva NKRI, sebaliknya LSM WPITL malah memilih silent (sunyi) sambil bergerak, memantau, mengawasi serta siap bertindak sesuai aturan dan hukum yang berlaku setelah membawa pokkok permasalahan dalam rapat, berkordinasi dengan pemerintah dan aparat.
"Kami bukan memilih diam sambil memantau menjaga dan mengawal NKRI, tapi dijaman yang kontra-versi ini, kami memilih diam sambil bekerja lebih baik daripada muncul, berkoar tanpa berbuat," tutur John S F Pandeirot Ketua Umum LSM WPITL melalui Panglima Besar (Pangbes), Ste-Vo.
Yang pasti, lanjut Ste-Vo LSM WPITL komit dan konsent dengan persatuan dan kesatuan bangsa. WPITL juga selalu menganggap di Sulut dan Indonesia ini memiliki beberapa agama yang hrus dilindungi peribadatannya, sesuai Pancsila dan UUD 1945.
"Makanya kami selalu berkordinasi dengan saudara-saudari yang beragama Islam, Buha, Hindu untuk satu hati, saling menyayangi, dan sama-sama bertanggungjawab akkan keamanan NKRI dan Sulut tercinta ini," ujar Ste-Vo.

Terpisah, Wakil Ketua Umum (Waketum) Vicktor Rarung mengatakan, untuk terus menjaga soliditas dan solidaritas internal LSM WPITL, maka dalam waktu dekat LSM Adat ini ini akan menggelar apel akbar untuk mengantisipasi merebaknya aksi – aksi yang bertendensi pada sikap intoleransi, beraroma radikalisme.
“Kami akan menggelar apel akbar menolak intoleransi dan paham – paham radikal. Pentingnya sikap antisipatif ini, mengingat saat ini gerakan seperti itu selalu bermunculan di banyak tempat yang tentu saja mengusik ketenangan hidup berbangsa dan bernegara. Kami LSM Adat senantiasa konsen dengan persatuan dan kesatuan bangsa, dan kami akan selalu mengawal NKRI sampai tetes darah terakhir,” seru pentolan Ikatan Wartawan Online Sulawesi Utara (IWO Sulut) itu.
Waketum Victor Rarung juga menambahkan, menjaga keutuhan NKRI akan diperjuangkan terus oleh LSM Waraney Puser In’tana sebagai wujud dari sikap cinta tanah air.
Salah satu cara menjaga kelestarian NKRI adalah menjaga keamanan dan kedamaian daerah. Mengawal keutuhan NKRI berarti juga menjaga tanah Minahasa dari segala bentuk aksi yang tidak mencerminkan rasa nasionalisme. Bagi para generasi muda yang merasa bertanggungjawab terhadap keamanan dan keutuhan NKRI, mari bersama kita jaga negara dan setiap agama yang ada di Indonesia ini. Pintu LSM WPITL selalu terbuka bagi mereka yang cinta kedamaian dan kebersamaan... I Yayat U Santi," tandas Rarung yang juga meruapakan salah satu Staf Pribadi Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey SE itu.(Wailan Ransun)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD