Iklan

Debu Berterbangan, Jalan Kalutay Rusak Akibat Truk Pengangkut Pasir

Posted by Unknown on Minggu, 02 Juli 2017

Sejak Polres Bitung Bertindak Tegas Terhadap Pengangkut Pasir, Jalan Kalutay Jadi Akses Tunggal


Airmadidi, Identitasnews.com - Nasib ruas jalan Tatelu, Pinilih, Klabat, atau oleh masyarakat Kecamatan Dimembe lebih dikenal dengan nama Jalan KALUTAY, memasuki awal tahun 2017, sudah berlubang disana-sini sehingga kendaraan yang melintas disitu jadi tidak nyaman akibat kewahan menghindari lubang dan kubangan berlumpur.
Perlu diketahui, jalan Kalutay adalah ruas jalan penting yang bisa mempersingkat jarak tempuh bagi masyarakat Kota Bitung yang hendak ke Bandara Samratulangi. "Awalnya kalau bawa penumpang ke Bandara, saya lewat Jalan Kalutay agar cepat sampai, tapi setelah jalan rusak begitu, saya terpaksa memutar lewat Airmadidi saja," keluh Syamsul sopir taxi gelap yang mangkal di Pelabuhan Samudera Bitung.
Terakhir Jalan Kalutay dipebaiki pada awal tahun 2016 silam. Sayangnya dibandingkan dengan jalan lain seusianya, jalan ini sudah rusak berat.
Sesuai pantauan media serta berdasarkan keterangan warga, ada beberapa daktor penyebab sehingga Jalan Kalutay ini rusak berat
 Salah satunya karena luapan air dari selokan yang tumpah kejalan diwaktu hujan.
Namun yang paling fatal, penyebab kerusakan adalah angkutan kendaraan berat yang bolak-balik ruas jalan itu.
"Satu hari ada dam-truk yang bolak-balik muat pasir Klabat, lewat Jalan ini," beber ER (nama disamarkan red-), warga Desa Pinilih Minggu (2/7).
Keresahan warga karenaa jalan Kalitay rusak berat, memang sangat mengganggu kenyamanan. Pasalnya, selain jalan rusak dan kalau hujan becek, karena pasir muatan dam-truk itu kerap kali tumpah dijalan, akhirnya saat ada kendaraan lewat, maka debu pun beteebangan menyebabkan warga sekitar rentan terhadap sakit mata, flu , influenza dan onfeksi saluran pernafasan akut (Ispa).

Akhir-akhir ini jumlah dam-truk yang melalui Jalan Kalutay kian bertambah banyak. Hal itu terjadi gara-gara terinformasi, Polres Bitung sering merazia dam-truk yang muat pasir Klabat.
"Kami lebih baik melintasi Jalan Tatelu saja daripada lewat Bitung. Soalnya di Sagerat dan Manembo-nembo, kami sering di razia Polrws Botung, sedangkan disini aman," seru Marlon L sopor dam-truk asal Kombos.
Nah, Pemkab dan Polres Minut, kalau Polres Bitung lakukan razia kepada para pengemudi dam-truk, bagaimana dengan tindakan anda?(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

15.00.00

0 komentar:

Posting Komentar