HUT SHS
Headlines News :
Home » » KKT UNSRIT Dan YPEKA Gelar Penyuluhan dan Pelatihan di Desa Lopana Dan Lompana 1, Tahun 2017

KKT UNSRIT Dan YPEKA Gelar Penyuluhan dan Pelatihan di Desa Lopana Dan Lompana 1, Tahun 2017

Written By Unknown on Minggu, 18 Juni 2017 | 16.00.00

 KKT Unsrit Dan YPEKA Juga Sosialisasi Pemberantasan Traficking


Minsel, Identitasnews.com - Kegiatan Kuliah Kerja Terpadu (KKT /@. Dulu KKN red-) yang diselenggarakan olehUniversitas Sariputera Indonesia Tomohon (UNSRIT) dan Yayasan Pelita Kasih (YPEKA) selaku pemateri di Desa Lopana & Lopana 1 Kecamatan Amurang Timur, mengundang perhatian masyarakat pada Minggu (18/6) sekira pukul 09.00 wita.

Giat yang dilakukan oleh KKT UNSRIT dihadiri oleh Hukumtua Desa Lopana, Sekdes Jufrry Damongi dan beberapa perangkat desa lainnya, dan masyarakat hamper mencapai seratus orang, karena tertarik dengan  program penyuluhan dan pelatihan pengurangan resiko bencana, Pertolongan pertama pada kecelakaan, serta beberapa praktek lainnya.

Acara dibuka hukum tua desa Lompana 1, Ir. A.J Sumarap. Dalam sambutanya hukum tua memberikan apresiasi kepada Mahasiswa KKT UNSRIT 2017 terlebih khusus yg bertugas di Desa Lopana & Lopana 1 yang sudah membuat program begitu baik dan tepat guna.
“Saya berharap masyarakat desa Lopana & lopana 1 dapat mengambil pengetahuan maupun keterampilan dari penyuluhan dan pelatihan yang akan dilaksanakan serta bisa menjaga lingkungan sekitarnya dari bahaya bencana akibat perilaku manusia,” ujar Sumarap.

Dari pihak (Yayasan Pelita Kasih) YPEKA membuka sosialisasi pencegahan Traficking (perdagangan) manusia, oleh Sonny Thios. Menurut dia, Minahasa Selatan termasuk daerah yang rentan terhadap perdagangan manusia.
“Oleh sebab itu masyarakat harus memahami bagaimana praktek perdagangan perempuan dan anak dibawah umur yang sering mengunakan tipu rayu memberikan pekerjaan dan gaji tinggi diluar daerah,” ajaknya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan bagaimana perangkat desa dengan partisipasi masyarakat membuat perencanaan pengurangan resiko bencana. Selain itu masyarakat dibekali pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Masyarakat terlihat antusias belajar sekaligus mempraktekan pelatihan P3K yang diberikan. Masyarakat merasa pelatihan P3K sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Acara ditutup dengan pembagian buku panduan P3K bagi peserta pelatihan dan aparat desa yang diserahkan oleh mahasiswa KKT Unsrit kelompok VI yang diterima secara simbolik oleh Maweteng jaga 1 Ibu Jenny Rorimpandey.


Menurut Syella Tiwow, Ketua kelompok KKT dari kelompok VI yang bertugas di desa Lompana dan Lopana 1, Program KKT Unsrit memberikan dampak nyata bagi kapasitas masyarakat, terutama sumberdaya manusia dalam menghadapi persoalan baik dilingkungan tempat tinggal sekitarnya, termasuk soal kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan hidup sekitar & masyarakat mampu menjadi penolong pertama jika menemukan korban tenggelam dan korban kecelakaan.
“Program ini juga sebagai bentuk giat penguatan masyarakat di desa Lompana & lopana 1 kabupaten Minahasa Selatan. Program ini kami buat karena sangat tepat dgn lokasi KKT kami yaitu di desa lopana & lopana 1 dimana Desa Lopana & Lopana 1 berada dipinggiran pantai,” katanya.

Lanjut gadis cantik semester 7 Jurusan S1 Bidang Keperawatan itu, mereka juga bekerjasama dengan Yayasan Pelita Kasih Abadi (YPEKA) yang selama ini fokus dalam kampanye resiko pengurangan resiko bencana dan kampanye anti Traficking. “Kami berupaya keras memberikan yang terbaik untuk kemajuan Desa Lopana dan Lopana 1 agar KKT Unsrit menjadi pembelajaran bagi mereka dalam mengabdikan diri sesuai ilmu yang didapatkan dalam pendidikan selama ini, mampu memberikan manfaat positif bagi masyarakat,” pungkas calon perawat asal Desa Dimembe jaga 1 (Syella Tiwow red-).(Meyvo Rumengan)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD