HUT SHS
Headlines News :
Home » » Sudah Ada Putusan Menteri ESDM, Diduga Kuat PT MMP Masih Beroperasi

Sudah Ada Putusan Menteri ESDM, Diduga Kuat PT MMP Masih Beroperasi

Written By Unknown on Minggu, 28 Mei 2017 | 17.30.00

Perahu Yang ditumpangi Belasan Wartawan, Dilempari Karyawan PT MMP

Airmadidi, Identitasnews.com - Keberadaan dan status PT Micgro Metal Perdana (MMP) di Pulau Bangka yang dihuni oleh warga Desa Kahuku, Libas,  Ehe dan Lihunu, masih ngambang dan setahu warga, masih kurang jelas keabsahannya.
Dengan begitu, pemilik PT MMP, terkesan masih bersikukuh mengejar peluang untuknya melanjutkan upaya penambangan bijih besi di pulau cantik di Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara itu.
"Saya yakin mereka masih beropersi diam-diam. Beberapa waktu lalu, kami lihat masih ada beberapa pekerja lokal dan orang China berseragam perusahan, sedang beraktivitas," tutur John Haerani warga Desa Lihunu yang pernah mencoba mendekati lokasi pertambangan, namun di usir secara kasar oleh pekerja lokal di lahan tersebut.
Haerani, juga mengatakan, sebagian besar alat dan kendaraan milik perusahaan, masih ada di lokasi tambang. Dan terinformasi, para karyawan masih digaji secara tetap. "Saya dapat info, mereka masih digaji," tandasnya Minggu (28/5).

Kecurigaan warga tentang aktivitas PT MMP masih berlangsung, memang cukup beralasan. Pasalnya, Sabtu (27/5) kemarin, saat belasan wartawan di undang masyarakat Desa Kahuku meliput penanaman mangrove di pesisir desa itu, saat kapal yang ditumpangi mereka agak menepi (jarak sekitar 200 meter dari dermaga yatch milik PT MMP, beberapa pria dewasa tiba-tiba berlarian menuju bibir dermaga, mendadak melempari kapal tersebut sambil berteriak mencaci-maki seisi kapal.
"Untung saja jarak masih jauh, sehingga saat mereka melempari kapal kami dengan batu, tk ada yang mncapai kapal," ujar beberapa wartawan.

Norris Tirayoh pemerhati lingkungan hidup dan pemerintah, kaget mendengar jika PT MMP masih beraktivitas. "Setahu saya, sudah dihentikan Bupati, saat Bupati Minut turun ke Pulau Bangka beberapa bulan silam, masak sih masih beroperasi," katanya kaget.

Menurut Norris, kalau PT MMP benar-benar masih beroperasi dan masih bersikukuh bertahan di Pulau Bangka, itu sama saja membangkang kewenangan pemerintah. "Jika memang benar masih beraktivitas, berarti perusahaan asing tersebut sudah melawan pemerintah. Bukankah pada 23Maret 2017 SK Menteri ESDM Nomor 3109 K/30/MEM/2014 tanggal 17 Juli 2014 tentang dicabutnya ijin pertambangan dan operasi produksi kepada PT Micgro Metal Perdana, sudah keluar surat dari Kementerian ESDM sudah mencabut ijin aktivitas pertambangan di Pulau Bangka," semburnya.
Jika benar PT MMP masih aktif, kata Tirayoh lagi, Bupati dan Gubernur perlu berkordinasi untuk mengambil sikap tegas, terhadap pembangkangan itu.
"Harus dipertegas, agar naa baik Bupati Minut dan Gubernur Sulut tidak jadi bahan cemooh masyarakat dan pihak-pihak tertentu. Selain itu, kenapa saya minta Bupati dan Gubernur segera ambil sikap tegas mengusir PT MMP, kalau mereka masih bertahan, dengan sikap sama seperti yang mereka lakukan kepada rekan-rekan wartawan (melempari kapal rekan-rekan wartawan), jika itu terjadi pada masyarakat dan masyarakat marah kemudian membabi-buta menyerang mereka,kan pemerintah juga yang nantinya dipersalahkan," jadi saya minta sekali lagi, ambil sikap tegas, keluarkan mereka dari Pulau Bangka secepatnya, sebelum jatuh korban" pungkas Tirayoh.(John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD