HUT SHS
Headlines News :
Home » , » SATU LAGI ANGGOTA DPRD MINUT DIPENJARAKAN

SATU LAGI ANGGOTA DPRD MINUT DIPENJARAKAN

Written By Unknown on Senin, 22 Mei 2017 | 16.30.00

2 Tahun Petak-Umpet, Akhirnya Munawir Djubaedi Di Eksekusi Kejaksaan

Airmadidi, Identitasnews.com – Gempar… Kalau setahun silam dua Anggota Dewan Kabupaten Minahasa Utara Paulus Longdong dan Joutje Dengah dieksekusi dalam kasus pemerasan terhadap para Kepala SKPD dan Camat, hari ini kebali satu Anggota Dewan Minut dari Partai PPP Drs Munawir Djubaedi SH MH (55) warga Desa Kema III Kecamatan Kema menyusul dua rekannya ke Lembaga Pemasyarakatan (LP), usai dijemput paksa Tim Intelejen Kejari Minut dan Tim Intelejen Kejari Minahasa di Kantor BKN Provinsi Sulawesi Utara Selasa (23/5/2017) jam 11.30 wita.
Kalau dua Anggota Dewan Minut sebelumnya di tahan di LP Malendeng Kota Manado, untuk Munawir Djubaedi, harus berlabuh ke LP Papakelan Tondano, Kabupaten Minahasa.
Djubaedi dijemput paksa setelah turunnya amar putusan kasasi dari Mahkamah Agung RI tanggal 14 tahun 2016 Nomor: 764 K/PID.SUS/2015 atas perkara rehabilitasi gedung Sekolah Dasar (SD) Cokroaminoto Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara.

Djubaedi saat itu bertindak sebagai Direktur CV Firfa. Oleh terpidana menyatakan telah menyelesaikan 100% pekerjaan, sehingga berhasil mencairkan dana anggaran Rp. 49.250.000 sesuai kontrak. Kemudian Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan adanya pekerjaan yang kurang senilai 16.8 juta.
Amar putusan Mahkamah Agung ini menolak permohonan kasasi dari terpidana dan menyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi. Menghukum terpidana 1 (satu) tahun penjara subsider 2 bulan penjara. Dan membayar uang pengganti sebesar 4 juta rupiah subsider 1 bulan penjara.
Hal ini dipastikan setelah Kajari Minut Rustiningsih SH Msi bersama Kajari Minahasa Saptana Setyabudi SH MH menggelar konferensi pers pada sejumlah wartawan yang sehari-hari bertugas liputan di biro Minut Selasa (23/5/2017) di aula kantor Kejari Minut.
“Setelah turunnya amar putusan ini kami berkoordinasi dengan Kejari Minut untuk mengetahui keberadaan terpidana. Setelah intelejen dari Kejari Minut dan Minahasa melakukan pengintaian selama 2 hari diKantor DPRD Minut, terakhir keberadaan tersangka diketahui berada di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Provinsi Sulut. Tim pun meluncur ke sana dan mendapati terpidana berada di dalam,” beber Saptana.

Setelah terpidana keluar tim Kejaksaan menyampaikan maksud untuk melakukan eksekusi terhadap terpidana dan terpidana saat itu bertindak kooperatif. “Penangkapan terpidana berjalan lancar, karena dia bersikap kooperatif, dia akan langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Papakelan Tondano untuk menjalani vonis,” ujar Saptana seraya menambahkan, Mengenai status terpidana yang adalah Anggota Dewan Minut, kami tidak perlu lagi menyurat ke lembaga tersebut karena sudah terbit perintah eksekusi dari Mahkamah Agung,” terang Saptana.

Terpisah Kajari Minut Rustiningsih mengatakan, Kejari Minahasa meminta bantuan Kejari Minut oleh karena terpidana adalah warga Minut. “Dan kami tentunya harus membantu karena vonis terhadap terpidana telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” yukas Kajari wanita itu singkat dan tegas.(John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD