HUT SHS
Headlines News :
Home » » PT MMP Masih Perkasa Di Pulau Bangka, Warga Curiga Ada Back-Up Pejabat Minut

PT MMP Masih Perkasa Di Pulau Bangka, Warga Curiga Ada Back-Up Pejabat Minut

Written By Unknown on Senin, 29 Mei 2017 | 15.14.00


Airmadidi, Identitasnews.com – Sikap perusahaan penambang bijih besi (PT Micgro Metal Perdana alias PT MMP) di Pulau Bangka Kecamatan Likupang Timur (Liktim) yang terkesan tidak takut dengan masyarakat, LSM, bahkan Media (wartawan), membawa dampak cukup signifikan bagi kalangan masyarakat Kabupaten Minut bahkan Provinsi Sulawesi Utara.

Pasalnya, kendati sudah ada putusan pada tanggal 23 Maret 2017 SK Menteri ESDM Nomor 3109 K/30/MEM/2014 tanggal 17 Juli 2014 tentang dicabutnya ijin pertambangan dan operasi produksi kepada PT Micgro Metal Perdana, menariknya di lokasi milik pengusaha asal China bernama Mr Yang itu, masih dijaga ketat oleh beberapa security asal Desa Ehe Kecamatan Likupang Timur karena semua barang milik perusahaan masih ada di lokasi. Itulah sebabnya para kerucu PT MMP siap mengusir siapa saja yang berani merapat e area yang cukup luas tersebut.

Hal ini membuat aktivis Norris Tirayoh angkat bicara. Ada apa sebenarnya, sampai pemilik perusahaan itu masih memperlihatkan taringnya di Pulau Bangka, kan sudah ada surat keputusan Menteri SDM untuk tidak ada pertambangan lagi di Pulau Bangka,” sembur Norris Senin (29/5).

Alasan Mr Yang bertahan di Pulau Bangka, diduga ada pihak tertentu yang memback-up dan memberi harapan kepada pemilik perusahaan pengelolah bijih besi itu.
Tirayoh meminta, Bupati Minut dan Gubernur Sulut ambil tindakan tegas terhadap keberadaan perusahaan asing itu. “Kami sedang mendalami informasi itu. Kalau memang ada pejabat Pemkab dan Pemprov yang main mata dibelakang Pak Gub dan Ibu Bupati, kami akan bawa oknum-oknum itu ke ranah hokum, karena telah melakukan upaya menguntungkan diri sendiri, tanpa berpikir akan dampak buruk bagi nama Pak Gubernur dan Ibu Bupati,” cecar Norris.

Kecurigaan masih adanya aktivitas tambang di Pulau Bangka itu kata Tirayoh, seperti kita ketahui bersama, kemarin (Minggu 28/5), sejumah wartawan dan aktvis yang hendak bertamu ke Desa Kahuku di Pulau Bangka, saat lewat didepan dermaga Yatch milik PT MMP, mendapat teriakan, lemparan dan caci-maki oleh beberapa warga yang diduga kuat sebagai security di lokasi penambangan itu.
“Ada aksi, ada reaksi. Apapun kecurigaan warga, itu beralasan, makanya untuk menghilangkan kecurigaan warga, disinilah sikap tegas pemerintah dibutuhkan. Kalau Pak Gubernur dan Ibu Bupati tidak mengusir PT MMP dari Pulau Bangka, bagaimana kalau masyarakat setempat marah, mengamuk mengusir perusahaan itu dengan paksa, dan terjadi perkelahian kemudian ada korban tewas. Siapa nanti yang akan bertanggung jawab, coba piker baik-baik. Makanya saya harap Pak Gub dan Ibu Bupati, ambil sikap tegas, keluarkan saja perusahaan itu bersama antek-antek dan barang-barang milik mereka, agar nama baik Gubernur Sulut dan Bupati Minut tidak jadi pembicaraan miring dikalangan masyarakat,” tutup aktivis asal Airmadidi itu.(John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD