HUT SHS
Headlines News :
Home » » Penyaluran Rastra 2017 Desa Dimembe Salah Sasaran, Diduga Pemerintah Desa Pakai Data Lama

Penyaluran Rastra 2017 Desa Dimembe Salah Sasaran, Diduga Pemerintah Desa Pakai Data Lama

Written By Unknown on Selasa, 09 Mei 2017 | 16.00.00


Airmadidi, Identitasnews.com - Rakyat kurang mampu atau pra sejahetera di Kabupaten Minahasa Utara, harusnya secara perlahan, sudah mengalami perubahan signifikan, apalagi disaat roda pemerintahan sudah berada dibawah komando pasangan bupati/wakil bupati Vonnie Aneke Panambunan / Joppi Lengkong (VAP/JO).
Geliat perubahan dan peningkatan kesejahteraan rakyat Minut, terus digenjot dari segala bidang. Namun siapa menyangka kalau disalah satu desa ternyata masih ada masyarakat yang mengeluh karena kemiskinan mereka, masih tidak dapat bantuan juga dari pemerintah.
“Bukannya tidak mendapat bantuan Rastra, seperti desa-desa lainnya, desa kami sebenarnya juga ada jatahnya, tapi saya tidak didaftar sebagai penerima Rastra itu,” kata Welly Umboh (62) warga Desa Dimembe Jaga 6 Senin (8/5).
Welly mengeluhkan nasibnya terkait haknya berupa rastra (beras prasejahtera) tidak pernah diterimanya, padahal dirinya termasuk masyarakat kurang mampu. Sesuai informasi dari salah satu mantan pegawai Desa Dimembe yang minta namanya tidak disebutkan, total warga Desa Dimembe (sensus Desember 2016), ada sekitar 2600 jiwa. Sesuai data terakhir juga, warga penerima raskin kurang lebih 187 keluarga.
“Semasa masih di pemerintah Desa Dimembe, setahu saya penyaluran Rastra itu memakai data lama, bisa saja sampai sekarang masih memakai data itu,” beber sumber kepada media ini.
Sementara Morets Umboh mantan Maweteng Jaga 6 Desa Dimembe, juag membenarkan kalau dirinya kerapkali didatangi warga mengeluhkan nasib mereka yang tidak kebgian Rastra (dulu disebut Raskin red-).
"Saya sudah pernah kasih saran sama Pak Hukumtua, sebab saya lihat data dan penyaluran Rastra itu bermasalah. Saya sarankan kepada Kumtua, agar penyaluran raskin ini ditunda dulu. Cobalah Kumtua ajak para pala dan Maweteng mengambil data lagi, agar warga yang layak dapat bagian bisa kebagian, sedangkan yang sudah tidak pantas disebut miskin, sudah tak perlu diberi Rastra lagi. Dengan begitu, tidak ada masyarakat miskin yang tidak bebagian beras,” seru Umboh.
Menurutn Morets, dia tak bisa berbuat banyak, sebab masalah penyaluran Rastra itu sudah bukan kewenangan dia lagi, jadi ia berharap pemerintah jangan tinggal diam. “Saya sudah bukan Wawetng lagi, jadi saya minta warga tidak usah lagi datang bertanya lke saya, tapi datamg ke hukumtua. Mertua saya saja Maritje Kamagi mantan Kepala Jaga 4 yang seharusnya pantas menerima, malahan tidak kebagian, sedangkan yang tidak pantas menerima karena punya rumah permanen bahkan punya mobil, justeru kebagian. Semoga semua ini cept diatasi agar nama baik Pemerintah tidak jadi omongan miring rakyat,” pungkasnya.(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD