HUT SHS
Headlines News :
Home » » Umpel Pesimis Soal 50 Ribu Hektar Bisa Tercapai

Umpel Pesimis Soal 50 Ribu Hektar Bisa Tercapai

Written By Unknown on Rabu, 05 April 2017 | 04.43.00

Minsel, Identitasnews.com – Program pemerintah soal penyediaan 50 ribu hektar dalam rangka penanaman jagung di Kabupaten Minahasa Selatan mendapat tantangan sejumlah warga. Antaranya, George Jul Umpel. Pihaknya sangat pesimis bakal tercapai 50 ribu hektar bisa disediakan warga dan masyarakat dalam raangka penanaman jagung.
‘’Ya, saya sangat pesimis. Kenapa, karena memang uji coba sudah berlangsung baik. Tapi, persoalan yang terjadi, dimana pembagian bantuan seperti bibit dan pupuk tidak maksimal. Kalau ingin 50 ribu hektar tercapai, maka Pemkab Minsel atau Pemprov Sulut harus menyediakan bibit dan pupuk secara berjenjang,’’kata Umpel saat menyampaikan beberapa masalah di Musrenbang RKPD Minsel,  di BP2IP Minsel, Desa Tawaang.
Menurutnya, Kepala Dinas Pertanian Minsel, Frans D Tilaar, SP, M.Si jangan kaget dengan pernyataan ini. Tapi ingat, tak ada alasan tidak mendukung program pemerintah. Apalagi sikap tegas dan baik hati Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH dengan masyarakat belum bisa diikuti oleh kita. Namun demikian, jangan memaksa kehendak apabila program persediaan 50 ribu hektar disebut bakalan tak akan tercapai. Kalaupun ingin hal diatas tercapai, maka pola yang dilakukan Dinas Pertanian Minsel dirobah.
‘’Jadi, kalaupun pemerintah masa bodoh soal pembagian bibit dan pupuk serta tidak memberi peluang kepada kelompok tani dan masyarakat. Percaya, kalau program penyediaan 50 ribu hektar dalam rangka penanaman jagung tak akan tercapai. Sekali lagi, saya tekankan bahwa cara penyaluran dan pembagian bibit serta pupuk harus seimbang. Supaya, antara kelompok, warga masyarakat dan pemerintah bisa sejalan,’’ujar Ketua KTNA Pusat.
Bukan hanya soal persediaan bibit dan pupuk. Umpel pun mengaku kecewa dengan Dinas Pertanian Minsel soal bantuan traktor dan Hand Traktor. ‘’Bahwa, ternyata traktor bukannya dipinjamkan. Tetapi, ternyata tetap disewakan kepada kelompok lain. Memang, kalau tidak dibayar, pastilah traktor tak jalan. Namun ingat, untuk mencapai tujuan diatas, harus pendekatan alami. Jangan terang-terangan soal hal diatas,’’ungkap Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sulawesi Utara ini.
Ditambahkan Umpel lagi, melalui Musrenbang RKPD tahun 2018 tersebut, berharap kepada Pemkab Minsel melalui Bapelitbang untuk menindaklanjuti usulan-usulan warga Minsel. ‘’Bahwa, banyak usulan yang keluar sejak tahun-tahun sebelumnya. Namun ternyata, sampai Musrenbang saat ini diungkit kembali. Karena memang, apapun yang disampaikan ternyata ‘mandek’ ditengah jalan alias tak direspon. Menjadi pertanyaan diatas, adakah usulan warga kemudian ditolak warga pula,’’tanyanya.
Dari pantauan identitasnews di Musrenbang RKPD 2018 hingga menjelang malam  kemarin belum bisa dikonfirmasi Kepala Bapelitbang Minsel Dr Meidy Maindoka maupun Kepala Dinas Pertanian Minsel Frans D Tilaar.(Meyvo Rumengan)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD