Iklan

Seleksi PTP Memanas, Dua Peserta Batal Maju

Posted by Unknown on Rabu, 05 April 2017


Airmadidi, Identitasnews.com - Dari 13 ASN Minut yang lulus berkas administrasi seleksi tujuh jabatan pimpinan tinggi pratama (PTP), dua di antaranya batal mengikuti tahapan presentasi makalah.
Kalau salah satunya mundur karena masuk usia pensiun. Dikatakan ketua pansel Prof. Dr. Ronald Mawuntu SH MH, Sofitje Wolayan SE MM dan dr. Alexandra Dipa MKes tak melanjutkan proses seleksi hingga presentasi makalah.
"Dokter Sandra Dipa tak melanjutkan karena dia masuk usia pensiun hari ini (kemarin, red). Kalau Sofitje mundur karena ada alasan tertentu," jelas Mawuntu, Rabu (05/04) sore.
Ditambahkan Mawuntu, presentasi makalah diupayakan selesai dalam satu hari agar para peserta hari ini bisa memiliki waktu istirahat atau menjalankan tugas yang diembannya di kantor. "Supaya besok (hari ini, red-), mereka bisa free sebelum masuk ke tahap wawancara di hari Jumat. Juga ada waktu satu hari untuk melakukan tugas-tugas di kantor masing-masing," tutur guru besar Fakultas Hukum Unsrat ini.
Ditanya mengenai penilaian sementara terhadap para peserta dalam memberikan presentasi makalah, Mawuntu mengatakan banyak yang kurang berani dalam menyampaikan pemikiran.
"Padahal lewat pansel ini, mereka diberi penguatan supaya nantinya kalau menempati posisi bisa lebih menguasai sehingga bisa optimal bekerja dengan bupati," katanya. Mawuntu menjelaskan untuk komponen penilaian tahap makalah terdiri dari 20 persen untuk paparan makalah, 20 persen presentasi, 30 persen materi makalah. Ia juga menegaskan pansel bersifat independen. Namun yang menentukan siapa saja akan menjabat tetap di tangan bupati selaku user.
"Nantinya ada 3 nama yang diusul (untuk satu jabatan, red) namun hanya satu yang akan diambil bupati," pungkasnya. Ke-11 peserta yang mengikuti tahapan makalah masing-masing Octafianus R.Tooy SE, Ir Jan O Sinaulan, MSi, Berty Ngangi SP, Dudy HS Fatah SH, Ir Joseph Aliks, Drs Sem Tirayoh, Ir Josef D.J. Lempoy, Ir Johana Manua MSi, Drs Jossy C Kawengian MAP, Forsman F.T. Dandel SSos dan Drs Leonart Watuseke. Sementara Ketujuh jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II yang "dilelang" kali ini yaitu Staf Ahli Kemasyarakatan, Staf Ahli Pemerintahan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pangan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

21.00.00

0 komentar:

Posting Komentar