Iklan

Kuala Kema Masih Keruh, Diduga Penambang Batu Masih Cuci Material Di Sungai

Posted by Unknown on Rabu, 26 April 2017


Airmadidi, Identitasnews.com - Impian warga Desa Kema 2 dan Desa Kema 3 untuk memperoleh air bersih dari Kuala Sawangan (sungai yang membatasi kedua desa red-), sampai saat ini ternyata masih impian.
Kalau tahun 2015 silam, Bdan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Minut dan Bupati Minahasa Utara masih dijabat Drs Sompie S F Singal, sudah ada larangan bagi para pemilik kraser dan galian C, membuang atau mencuci material batu di sungai ini.
Tapi memasuki tahun 2016, pembangkangan kembali terjadi. Diduga kuat para pengelolah galian batu kembali mencuci material di sungai, bahkan kali ini justeru kian terng-terangan tanpa ada rasa takut dengan instansi terkait dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
"BPLH dan Dinas Pertambangan Minut, jangan berpangku tangan dan hanya menunggu di kantor saja. Ayo turun lapangan dan ambil tindakan tegas, sebab kami disini sangat bertumpu pada sungai ini," ujar Idris warga Desa Kema III Rabu (26/4).
 
Seperti diketahui bersama, volume air bersih untuk warga Des Kema 2 dan Kema 3, sampai hari ini, masih tidak maksimal. Sejak dulu warga kedua desa itu sangat mngandalkan Sungai Swangan, tapi karena sungai sudah berubah mencadi berlumpur dan berwarna kecoklatan, warga jadi takut menggunakannya.
"Dulu kami mandi, mencuci pakaian, piring bahkan ambil air minum di kuala ini. Tapi karena sudah berlumpur begini, siapa berani ambil air minum dan mencuci," keluh Ibu Stien warga Desa Kema 2.

Kepada Pemkab Minut, warga meminta agar mengambil sikap tegas kepda para pengelolah kraser dan batu diatas sungai tersebut. "Kami tidak melarang mereka mengeksplorasi dan mengeksploitasi material ap saja, tapi tolong Pemkab ambil tindakan tegas, larang mereka mencuci material di sungai ini," tandas Samsul warga Kema 3.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

10.05.00

0 komentar:

Posting Komentar