HUT SHS
Headlines News :
Home » » Dinas P3A Minut Luncurkan Data Kasus 3 Bulan Terakhir

Dinas P3A Minut Luncurkan Data Kasus 3 Bulan Terakhir

Written By Unknown on Kamis, 06 April 2017 | 05.30.00


Airmadidi, Identitasnews.com - Tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), ternyata masih tergolong tinggi. Ini dapat dibuktikan dari laporan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Minut dimana selang 3 bulan terakhir atau dari Januari sampai Maret 2017 sudah ada 13 kasus yang ditangani.

"Jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak selama 3 bulan sudah ada 13 kasus. Sementara untuk tahun 2016 kemarin, secara keseluruhan ada 81 kasus. Tersangka paling banyak merupakan orang terdekat korban," ujar Kepala DP3A Minut, Ir Jofieta Supit MSi kepada hariansulut.com, Rabu (5/4).
Menurut uraian Jofieta Supit, dari 13 kasus yang masuk dalam 3 bulan terakhir dari 10 kecamatan di Minut, tertinggi terjadi pada pelecehan seksual terhadap anak yang mencapai 6 kasus, disusul KDRT 5 kasus, kemudian kekerasan terhadap ana sebanyak 2 kasus.

"Jumlah kasus ini kami ambil dari 3 polsek di Minut yakni Airmadidi, Dimembe dan Kauditan. Sebab di 3 Polsek ini kami memiliki pos Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," jelas Supit dibenarkan Kabid Data Gender dan Anak, Feybri Mengko.

Untuk memulihkan korban terlebih anak secara psikologi, timpal Supit itu sudah menjadi kewajiban pihaknya lewat tim pelayanan perlindungan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak.

"Nantinya dari tim ini yang akan melakukan pendampingan. Sebab dalam tim ini sudah melibatkan seluruh elemen atau stekholder yang terdiri dari dokter psikologi, tokoh agama, dokter dan sebagainya," ungkapnya.

Dirinya mengatakan, peran serta orang tua harus lebih pro aktif lagi dalam menjaga anak di lingkungan sekitar. Pola hidup sehat dan mengandalkan sifat kerohanian akan sangat baik untuk dilakukan agar terhindar dari berbagai masalah. "Peran orang tua menjaga anak itu harus lebih ketat lagi. Sebab, kasus paling banyak hanya disebabkab oleh pengaruh minuman keras dan juga perkembangan teknologi lewat film yang tak layak di handphone," tambahnya.(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD