Iklan

Diduga Minut Jadi Transit Transaksi Narkoba, Ini Tanggapan Masyarakat

Posted by Unknown on Jumat, 07 April 2017

Syella: “Polisi tidak boleh setengah hati. Kasus seperti itu harus dituntaskan agar tidak ada lagi kejadian serupa di Minut ini”

Airmadidi, Identitasnews.com – Tertangkapnya dua residivis kasus Narkoba asal Desa Sawangan Airmadidi oleh Polres Minut yng diduga merupakan sel baru dalam jaringan perdagangan Narkoba antar provinsi, ternyata menjadi trandyng topic di hamper seantero Provinsi Sulawesi Utara.
Hal ini tak luput pula dari pembicaraan masyarakat Minut baik yang berdomisili di Minut, maupun diluar Kabupaten Minut, baik kalangan masyarakat umum, sampai pada kalangan pelajar maupun mahasiswa.
“Saya salut dengan kinerja aparat Polres Minut yang sigap mengendus sindikat peredaran narkoba di Minut,” ujar Jefry Umboh (47) asal Kelurahan Rap-rap yang berdomisili di Bali.
Hal senada, terlontar dimulut Ferry L sopirangkot Paaldua-Airmadidi. Terbongkarnya sindikat jaringan narkoba di Desa Sawangan itu, membuat dirinya merasa lega. Pasalnya, kedua tersangka itu ditengarai berprofesi sebagai sopir.
“Kalau mereka tidak tertangkap dan tidak diproses, masyarakat menganggap, kami sopir itu dekat dengan barang-barang haram itu, padahal banyak sopir tidak mengenal kedua tersangka itu. Saya salut dengan kepekaan polisi mengungkap kasus itu,” ujar pria beranak dua asal Perum Asabri Desa Koltem Kalawat itu.
Bukan itu saja, tertangkapnya Steven dan Charles dua warga Sawangan yang merupakan pengguna dan pengedar narkoba itu, tak luputn dari perhatian para pelajar. Sebut saja Syella Tiwow Mahasiswi Universitas Sariputra Indonesia Tomohon. Tertangkapnya kedua pengedar barang laknat itu, dimata Syella, merupakan suatu kelegaan.
Namun, puteri sulung dari 3 bersaudara asal Desa Dimembe jaga 1 ini berharap kasus ini dituntaskan, sampai kedua pelaku divonis penjara oleh pengadilan.
“Polisi tidak boleh setengah hati. Kasus seperti itu harus dituntaskan agar tidak ada lagi kejadian serupa di Minut ini,” tukas dara cantik yang menempuh Jurusan S1 Keperawatan tersebut.
Syella Tiwow mahasiswi angkatan 2014 ini menilai Narkoba adalah suatu zat berbahaya yang bisa membuat seseorang kecanduan dan bisa menyebabkan kerusakan pada organ tubuh terutama otak dan berujung pada kematian.
“Bukan itu saja, Narkoba bagi saya sama bahayanya dengan Korupsi dan Teroris. Harus di basmi sampai ke akar-akarnya, sebab sasaran dari Narkoba adalah pemuda-pemudi yang merupakan tulang punggung NKRI, semoga polisi secepatnya melimpahkan kasus ini ke pengadilan, agar dengan dipenjaranya para pialang Narkoba, akan timbul efek jera bagi para pengedar Narkoba lain yang mau coba main-main di Minut,” pungkas Syella.(John)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

13.30.00

0 komentar:

Posting Komentar