Iklan

BERBULAN-BULAN TEBAR AROMA BUSUK, PROYEK PASAR KEMA RP 3,2 MILIAR, MUBAZIR

Posted by Unknown on Senin, 17 April 2017

Dungus: "Proyek ini bukan tanggungjawab kami dan PD Klabat"


Airmadidi, Identitasnews.com – Warga Desa Kema Satu Kecamatan Kema Minut berbulan-bulan diresahkan oleh aroma busuk yang bersumber dari limbah anyir ikan basah Pasar Kema yang berada tepat diterngah-tengah pemukiman penduduk.
Menurut keterangan sejumlah pedagang dan warga setempat, akhir tahun 2016 silam, ada pekerjaan pembangunan Pasar Kema dengan anggaran yang cukup besar. Tapi pekerjaan itu seolah tidak selesai. “Limbah cair dibiarkan mengendap tanpa ada pembuangan dan penyelesaian akhir, jadi kalau limbah basah itu tersengat matahari, aroma bau busuk dan lalat biru menyerang pemukiman warga,” keluh Ibu Nina warga setempat sekaligus pedagang di Pasar Kema.


Tak tahan berbulan-bulan menghirup udara berbau amis menyengat, warga mulai mempertanyakan fungsi dari PD Klabat dan Kepala Pasar Kema. “Kami kan ditarik retribusi, trus, dimana fungsi PD Klabat dan Pasar Kema,” tanya Pak Yusuf pedagang ikan kering.
Direktur Utama Perusahaan Daerah (Dirut PD) Klabat. Estrella Tacoh ketika di konfirmasi melalui Kepala Pasar Billy Dungus, membenarkan adanya proyek pembangunan Pasar Kema pada tahun 2016 silam. “Tahun lalu memang ada proyek pembangunan Pasar Kema dengan anggaran Rp. 3,2 miliar lebih. Namun pekerjaan itu tidak ada korelasi dengan pihak kami,” jelas Billy saat ditemuai wartawan di lokasi Pasar Kema Senin (17/4).


Menariknya lagi, karena tidak ada keterlibatan dengan pekerjaan tersebut, pihak PD Klabat sudah kelelahan menghadapi cibiran dan tudingan warga atas hasil pekerjaan proyek pasar itu. “Jadi, sekali lagi kami tegaskan, yang bertanggungjawab atas proyek dan limbah pasr ini, adalah pihak perusahaan pelaksana dan dinas terkait, bukan PD Klabat dan Kepala Pasar Kema. Kami hanya tahu, kalau pekerjaan itu sudah selasai, penyerahan asset ke PD Klabat, barulah itu dikelolah dan dipakai kami, sedangkan system dan pekerjaannya, bukan nkewenangan kami, tapi kenapa kami yang jadi sasaran kemarahan warga dan para pedagang,” sungut Billy.
Sesuai pantauan media ini, di Pasar Kema setiap siang sampai sore hari, menebar dan keluarkan aroma anyir yang tajam menyengat. Sementara saluran air dan bak penampung limbah basah anyir ikan, tidak ada. Kalaupun itu ada, tapi belum berfungsi.
“Kami mau bagaimana, saya pernah menanyakan ke pihak pelaksana, bagaimana kelanjutan dari pekerjaan proyek itu, dan mereka bilang, akan dilanjutkan. Tapi sampai hari ini, situasinya seperti yang anda lihat,” tukas Billy.

Sementara ditanya tentang bangunan Kantor PD Klabat di belakang Pasar Kema, Kepala Pasar hanya merentangkan tangan lebar-lebar. “Sampai hari ini, kalau ada kunjungan dari PD Klabat maupun dari Pemkab, kami hanya member tempat duduk pada mereka di salah satu rumah makan milik pedagang saja, soalnya kan kunci bangunan ini saja, belum diserahkan ke PD Klabat,” pungkas Billy Dungus.(Red/John)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

14.11.00

0 komentar:

Posting Komentar