HUT SHS
Headlines News :
Home » » 13 Penambang Masih Tertimbun Di Lubang, Tapi Semuanya Sehat Wal'afiat

13 Penambang Masih Tertimbun Di Lubang, Tapi Semuanya Sehat Wal'afiat

Written By Unknown on Jumat, 14 April 2017 | 10.37.00

Suasana Tetap Kondusif, Para Penambang Dibawah Sana, Dalam Keadaan Sehat

Airmadidi Identitasnews.com - Sejak merebaknya khabar yang mana hari ini Kamis (13/4) tadi malam, ada 13 Penambang tertimpa longsoran batu didalam Lobang dengan kedalaman 42 meter dari permukaan, lokasi pertambangan rakyat di Desa Tatelu Jaga I, menjadi sangat ramai dengan kehadiran ratusan pengunjung dari berbagai wilayah, untuk tujuan membantu maupun ingin tahu nasib ke-13 penambang itu.

Pemerintah dan masyarakat terus memberi suport kepada rekan-rekan ke-13 korban yang terus berupaya mengangkat longsoran yang menutupi jalan dalam rongga di dasar lubang kedalaman 42 meter milik dari Ibu Selga Waworuntu, namun dikelolah anaknya Allen.

Sesuai pantauan wartawan, dipuncak perbukitan Tambang Rakyat Tatelu sudah hadir Kapolres Minahasa Utara dan para perwira bawahannya, termasuk juga Kapolsek Dimembe AKP Saguh Rianto bersama anggotanya, Camat Dimembe dan jajaran, staf aspri Bupati Minut, Ketua Ketua Sobat, Basarnas, Koramil Dimembe, Tim Kesehatan dari RSUD Walanda Maramis, Comunication Rescque (CORE) Minut, serta para relawan yang siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan bantuannya. .

Memasuki pukul 00.30 wita rekan-rekan ke 13 penambang itu masih trus berjubaku mengangkat bongkahan bebatuan yang ambruk dari dinding lokasi tersebut, semantara salah satu diantaranya, melakukan komunikasi dengan rekan-rekannya didalam lubang yang masih saja tertutup batu cukup besar.


Bupati Minahasa Utara, Vonnie Aneke Panambunan, melalui Camat Dimembe, Marco Karongkong mengatakan bahwa pemerintah sudah menyiapkan sarana dan tenaga pendukung di lokasi sejak informasi itu diterima."Kami hanya bisa menunggu dan berharap agar jalan keluar bagi ke-13 penambang ini secepatnya terbuka. Dilokasi kami telah menyiapkan dua unit excavator untuk menggali dari dinding perbukitan, bila mereka yang didalam sana tidak dapat keluar melalui pintu masuk, tapi kami tidak boleh gegabah, mengingat di perut bukit ini banyak terdapat lubang tamban lainnya," jelas mantan Sekcam Dimembe dan mantan Camat Kalawat itu.

Pukul 02.00 wita, Ketua Comunication Rescque (CORE) Minut, Gerald Dotulong menyampaikan bahwa jarak antara tim evakuasi dan para korban didalam lubang, sudah dekat. "Mereka sudah bisa berkomunikasi, cahaya senter dari kedua belah pihak, sudah kelihatan," tutur mantan protokoler Bupati Minut tahun 2014 asal Tatelu itu.

Sebagau organusasi yang bergerak dalam ORARI, lanjut Dotulong, timnya terus membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait agar mempermudah mengetahui perkembangan yang ada.
"Jam 02.15 berdasarkan informasi dari tim evakuasi didalam lubang, dengan demikian, setiap perkembangan di area yang dapat kita jangkau, akan mudah membangun informsi dan komunikasi," tandas Gerald Dotulong.

Pukul 03.02, Sadikin (34) salah satu dari 5 tim evakuasi yang baru keluar dari dalam lubang, mengatakan ke 13 penambang dibawah sana berada dalam keadaan sehat. Hanya saja, proses evakuasi harus berjalan lambat, mengingat di dua lubang dalam tambang itu, ternyata sama-sama tertimpa longsoran.
"Walau begotu kita harus bersyukur kepada TUHAN, sebab rekan-rekan dibawah tidak trtimpa longsoran batu. Kami terus menggali dari dua arah (dari luar dan dalam lubang), tapi harus hati-hati dan perlahan-lahan, sebab kalau buru-buru, takutnya getaran yang ada bisa memicu longsoran lainnya," jelas pria asal Jawa Barat itu.
Pukul 03.30 wita, tim dari dalam lubang telah mengangkut ke permukaan bongkahan-bongkahan batu yang sudah di pecahkan sebanyak 5 koli (ukuran volume sekitar 25-30 kilogram).
Sesuai informasi dari Kapolsek Dimembe AKP Saguh Rianto melalui Kanit Reskrim Brigadir Jerry Tumundo yang stand-by di lokasi sejak kejadian, para penambang masih terus menggali, disaksikan aparat TNI/Polri.
"Suasana tetap kondusif, keadaan para penambang masih segar dan sehat tak kekurangan apa-apa, sebab selain oksigen yang di hembuskan dengan blower, mereka juga dapat dikirimi makanan dan minuman. Kita semua optimis, siang ini ke-13 penambang dibawah sana, sudah bisa di evakuasi," tukas Tumundo bersemangat(Red/John)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD