Iklan

Revolusi Mental ASN di Minsel Masih Dibawah Standar ?

Posted by Unknown on Kamis, 09 Maret 2017


Minsel, Identitasnews.com – Presiden Joko Widodo telah meluncurkan Revolusi Mental bagi ASN di Indonesia. Namun, setelah memulai Pemerintahan Bupati Christiany Eugenia Paruntu dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar setahun lalu, langsung mencanangkan Revolusi Mental bagi ASN Minsel.
Melihat hal diatas, Revolusi Mental bagi ASN di Minsel masih dibawah standar. ‘’Sangat disayangkan, walau sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi dan Bupati Tetty Paruntu dan Wakil Bupati Franky Wongkar tahun 2016 lalu. Namun, revolusi mental ASN di Minsel tak ada yang berbeda.
Bahkan, rata-rata belum menyentuh kalangan ASN secara umum. Ini terlihat dari absensi ASN, banyak didapati bertugas diluar dari pada kantor. “Juga, sering kedapatan terlambat masuk kerja atau pun pulang cepat,’’kata Ketua LSM Barisan Muda Teguh Bersinar Minsel, Willem Mononimbar, Kamis (9/3/2017).
Menurut Baba-panggilannya, kantor-kantor di Minsel biasanya ramai kalau Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE ada atau sedang berkantor. Itupun hanya Perangkat Daerah (PD) yang ada disekitar. Sedangkan, kantor diluar seperti PD, kantor camat atau kelurahan lebih banyak sepi.
“Dari sisi disiplin saja, kami menilai revolusi mental ASN belum masuk. Padahal, Presiden Jokowi dan Bupati Tetty Paruntu serta wakil bupati Franky Wongkar sudah menjalankannya. Tapi, ternyata ASN di Minsel tak mau lihat itu. Jadi, mungkin hanya saat dicanangkan saja ASN terlihat aktif dan menjalankannya. Namun, sekarang justru terlihat tak ada manfaatnya,’’jelasnya.
Mononimbar menyebut, rata-rata ASN banyak yang keluyuran. Ada di sejumlah kios di Jln Alar, Boulevard. Ada pula di Kios Topas dan D’Teras 54 Amurang serta banyak di Supermarket Sakura Mart dan pasar. Namun, belum ada tindakan resmi dari instansi terkait seperti BKPP, Sat Pol PP dan Damkar dan lainnya.
“Usulnya, tahun 2016 lalu wakil bupati Franky Wongkar aktif melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Perangkat Daerah (PD), Kantor Camat dan Kelurahan di Minsel. Tapi, memasuki bulan ketiga di tahun 2017 ini belum terlihat dilakukan sidak di kantor-kantor. Akibat tidak ada sidak, maka memastikan revolusi mental ASN Minsel tak ada yang beruba,’’ungkap Mononimbar.
Disebutkannya pula, selain kedisiplinan masuk dan pulang kerja, juga mentalitas melayani masyarakat sangat kurang. ‘’Masih banyak yang beranggapan bahwa mereka (ASN, red) adalah bos. Padahal, selaku ASN harus menempatkan diri sebagai pelayan. Tidak heran, bila warga seringkali harus menunggu berjam-jam saat akan berurusan dengan ASN di PD tersebut,’’terangnya.
Sorotan lain juga disampaikan Pengamat Pemerintahan dan Politik Sulut Dr Ferry D Liando, MSi. Kata Liando, banyak ASN di Minsel tidak memiliki inovasi dalam bekerja. Sehingga, tidak heran bila banyak yang santai dan tidak berbuat apa-apa saat jam kantor. Karena mereka tidak mengetahui apa yang akan dikerjakan.
“Sebenarnya, itu pula yang perlu direvolusi. Mengubah pola pikir dari semula hanya menunggu perintah atasan dengan lebih focus pencapaian kerja sesuai visi dan misi Bupati Tetty Paruntu dan Wakil Bupati Franky Wongkar.
“Ini tanda betapa perlunya award dan punishment. Sehingga, ASN dapat lebih termotivasi. Tanpa keduanya, akan sulit mencapai ASN yang diinginkan,’’ungkap dosen di FISIP Unsrat Manado ini.
Liando juga menambahkan, jadi disini harus ada keseimbangan agar ASN memiliki arah dan juga tekanan positif. ‘’Dan penerapannya harus tegas jangan lebih banyak hanya sampai pada kompromi atau ‘tutup mata’. Karena hal diatas banyak ditemukan,’’tukasnya.(Meyvo Rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

19.30.00

0 komentar:

Posting Komentar