HUT SHS
Headlines News :
Home » » EMPAT TAHUN KEPEMIMPINAN JWS-IVANSA, MINAHASA BERSAHAJA

EMPAT TAHUN KEPEMIMPINAN JWS-IVANSA, MINAHASA BERSAHAJA

Written By Unknown on Kamis, 16 Maret 2017 | 22.00.00


”Dibawah Kepemimpinan JWS-IVANSA, Kabupaten Minahasa Banyak Kemajuan”

Tondano, Identitasnews.com - Tepat Hari Jumat tanggal 17 Maret 2017, Drs. Jantje Wowiling Sajow – Ivan Sarundajang (JWS – Ivansa) genap menginjakkan usia ke- 4 tahun memimpin Kabupaten Minahasa sebagai Bupati dan Wakil Bupati.
Dalam Diinstansi 4 tahun berjalan ini wajah tanah Toar Lumimuut mengalami transformasi berkala menuju kemajuan yang menyentuh sendi – sendi kehidupan seluruh komponen daerah.

Di bidang pemerintahan, sejumlah peningkatan telah terjadi sejak kendali pemerintahan berada di tangan JWS – Ivansa.
Kantor Bupati sebagai sentra pemerintahan telah mengalami renovasi dan peningkatan. Polesan ini merembes ke kantor – kantor SKPD bahkan sampai ke kantor Kecamatan  dan Desa.

Selain melakukan Reformasi Birokrasi melalui penataan struktur dan kultur Pemerintahan, juga diikuti dengan peningkatan take home pay Aparatur Sipil Negara yang dapat memberikan ruang bagi ASN untuk hidup layak. Reformasi birokrasi tersebut sudah mulai menunjukkan peningkatan dari aspek kinerja yang tercermin dari peningkatan PAD dari tahun 2013 sampai 2016 yaitu tercatat 2013 baru mencapai 31.256.376.000 meningkat menjadi Rp. 75.084.091.894. Peningkatan ini diikuti pula dengan semakin meningkatnya APBD Kabupaten Minahasa yaitu pada tahun 2013 baru mencapai Rp. 804.942.568.878 menjadi Rp. 1.307.154.121.966 pada tahun 2016.

Dalam pengelolaan keuangan daerah ini dengan menerapkan prudencial Management, serta ditopang dengan mekanisme yang makin transparan dan akuntabel telah memberikan kontribusi bagi diraihnya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua tahun berturut turut gaitu tahun 2014 dan 2015. Kinerja keuangan ini terakumulasi dengan kinerja pembangunan daerah yang makin baik sehingga Minahasa juga memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) selama 2 tahun berturut turut yaitu tahun 2015 sebesar Rp. 39 Miliard dan 2016 sebesar 49 Miliard.

Sementara, untuk penataan Pemerintahan Desa maka telah dilakukan reformasi system pelaksanaan Pemilihan Hukum tua yang lebih efisien, lebih demokratis dan lebih bermartabat dengan tidak lagi memberikan ruang untuk pesta pora para calon ataupun praktek-praktek yang menimbulkan high cost bagi Calon. Dalam kenyataannya pelaksanaan Pilhut gelombang pertama tahun 2016 sebanyak 80 Desa berhasil dilaksanakan dengan baik dan sukses. Sementara itu, pelaksanaan Dana Desa sejak tahun 2015 sampai dengan saat ini telah ikut memacu tumbuh dan berkembangnya pembangunan di Desa, dimana Dana Desa yang ditransfer ke Desa yang ditopang dengan ADD yang ada telah ikut menstimuli berkembangnya ekonomi Desa. Tercatat sampai dengan tahun 2017 ini semua Desa di Minahasa APBDesnya telah mencapai lebih dari 1 Miliar Rupiah.
Masih di bidang pemerintahan, kepemimpinan JWS – Ivansa telah mendapat pengakuan dari banyak pihak. Sejumlah penghargaan/award menjadi bukti konkrit keberhasilan kedua pemimpin ini dalam membangun pemrintahan di tanah Minahasa.
Pelbagai award/penghargaan yang diterima antara lain,  Penghargaan Swasti Saba dari Menteri Kesehatan, Sertifikat Wahanan Tata Nugraha dari Menteri Perhubungan, Sertifikasi Cengkih Minahasa dari Kementerian Hukum dan Ham, Juara 1 Lomba Desa Tingkat Nasional regional 3 oleh Desa Kanonang 2, Juara 1 Kabupaten Kota Bidang Akuntabilitas dari Kepala BNPB Nasional, Jamkesda Award, Adikarya Pangan Nusantara dari Menteri Pertanian, Dana Insentif Daerah selama 2 tahun, serta masih banyak lagi penghargaan lainnya sebagai wujud konformasi.

Bidang sosial kemasyarakatan, pemerintahan JWS – Ivansa mengedepankan interest publik melalui pembangunan sarana/prasarana publik yang representatif sambil merenovasi fasilitas yang sudah ada seperti Wale ne Tou dan gedung BPU Tondano.

Pada bagian lain, JWS  – Ivansa memberikan sentuhan pembangunan antara lain dengan membangun Taman Kota DR. Sam Ratulangi Tondano dan Benteng Moraya sebagai Land Mark Kota Tondano, dimana walaupun kedua objek pariwisata tersebut belum rampung secara keseluruhan tetapi telah menimbulkan animo masyarakat untuk ikut menikmati keindahan kedua objek tersebut yang terlihat dari makin banyaknya masyarakat yang berkunjung di lokasi teresebut.
Demikian halnya di Kota langowan juga dibangun Taman Cita Waya yang akan menjadi sarana pendukung bagi aktfitas masyarakat. Ini makin melengkapi objek wisata di Minahasa yang sudah berkembang sebelumnya seperti Bukit Kasih.

Sejak tahun 2015 Bupati Minahasa telah memberikan himbauan kepada seluruh jajaran dari Kabupaten sampai Desa dan kelurahan untuk menjadi contoh dan teladan dengan tidak menyediakan minuman beralkohol dalam berbagai acara keramaian maupun Pengucapan syukur maupun Natal. Disamping itu, dengan bantuan Polda Sulawesi Utara juga telah ditetapkan Desa percontohan bebas Miras di Minahasa. Kondisi yang kondusif ini pula yang mendorong munculnya berbagai invenstasi di Minahasa baik Restoran, Pertokoan, Waralaba serta berbagai aktifitas ekonomi.

Selain itu, kondisi Minahasa yang makin baik sehingga Pemerintah Pusat mempercayakan Kabupaten Minahasa sebagai tuan rumah pelaksanaan Natal Nasional tahun 2016 yang dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Djoko Widodo beserta para menteri dan pejabat pusat lainnya. Momentum religius ini sukses digelar di Minahasa, sehingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Gubernur Sulawesi Utara Bapak Olly Dondokambey, SE menetapkan Minahasa sebagai tuan rumah pelaksanaan Paskah Nasional yang akan dihadiri pula oleh delegasi dari beberapa Negara tetangga.
Di bidang infrastruktur/sarana/prasarana jalan dan jembatan, dengan turut mendapat dukungan penuh pemerintah Provinsi dan pusat, sejak sejak tahun 2013 sampai dengan akhir tahun 2016 telah dilakukan pembangunan/perbaikan dan peningkatan jalan Laston/HRS sepanjang 279,29 KM, Lapen sepanjang 125,87 Km, pembentukan badan jalan sepanjang 76,108 Km, pelebaran badan jalan sepanjang 35,123 Km, pembangunan 2 Unit jembatan dan pemeliharaan 10 unit jembatan.
Bidang kesehatan sebagai salah satu pilar pembangunan, pun mendapat atensi serius pemerintahan JWS – Ivansa.
Perhatian ekstra besar ini ditandai dengan terbangunnya 15 Unit Puskesmas Baru yang representatif, yang dudukung dengan ketersediaaan tenaga medis baik Dokter PTT Daerah maupun PTT Pusat. Pengadaan Ambulance yang baru sebanyak 12 unit. Rumah Sakit Umum DR. Sam Ratulangi Tondano juga memperoleh sentuhan pembangunan yang sangat signifikan baik ruang ICU, Ruang Perawatan maupun Kantor pelayanan.

Untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat Minahasa yang kurang mampu, maka sejak tahun 2014 Pemkab Minahasa telah menganggarkan dana dalam APBD untuk program Jamkesda, dan untuk tahun 2017 ini tercatat sebanyak 15.000 jiwa sudah tersentuh layanan Jamkesda.
Bidang pendidikan juga tidak terabaikan, bahkan sepanjang kepemimpinan JWS – Ivansa terus mengalami polesan, baik fasilitas, prasarana penunjang maupun SDM.
Bidang pertanian menjadi salah satu fokus perhatian JWS – Ivansa. Sebagai daerah dengan karakteristik masyarakatnya mayoritas petani, pertanian dalam arti luas juga memperoleh perhatian dan sentuhan khusus, terutama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Di bidang sarana/prasarana penunjang perekonomian rakyat, tercatat sudah terbangun 3 Unit pasar tipe A dan 4 unit pasar tipe B yang didukung dengan terbangunnya terminal tipe C yang representatif di Kota Tondano. Perkembangan positif ini telah ikut mendorong perkembangan ekonomi makro Kabupaten Minahasa yang ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi tahun 2015 telah mencapai 6,17 %, PDRB atas harga berlaku mencapai 12.030.503.2,0.(ADVERTORIAL/Ronny Rantung)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD