Iklan

Warga Airmadidi Blokir Akses Lokasi Proyek Tol

Posted by Unknown on Senin, 20 Februari 2017

Lengkong kaget, ada sekurity Anggota TNI AL di proyek

Airmadidi, Identitasnews.com - Warga Airmadidi kembali menggelar aksi blokir dua jalan akses menuju lokasi proyek pembangunan jalan tol Minahasa Utara - Bitung di Doud Petor dan Kampung Buton, Patar, Kelurahan Airmadidi Bawah, Senin (20/02) kemarin.

Aksi warga yang dikoordinir oleh Ketua Ormas Masyarakat Adat Pakasaan Ne Tounsea (Mapatu) Stenly Lengkong, aktifis Minut Noris Tirayoh dan William Luntungan itu tak lain untuk menagih janji dalam pertemuan sebelumnya.
Pasalnya PT Nindya Bumi Karsa dan PT Hutama Karya tidak menepati janji dan sudah merusak fasilitas masyarakat Airmadidi Bawah. Menurut warga Airmadidi Bawah Danny Koloay, jalan Doud Petor yang dibangun lapen didanai APBD Minut rusak oleh aktifitas kendaraan proyek dari PT Hutama Karya yang lalu-lalang.
Selain itu kolam ikan warga juga terganggu karena aliran air rusak. Selanjutnya massa sebanyak 50 orang itu memblokir jalan tersebut dengan batu dan kayu-kayu. Massa kemudian bergerak ke kampung Buton alias Patar dan kembali menutup akses jalan untuk kendaraan proyek dari PT Nindya Bumi Karsa. Menurut warga setempat Susanto akibat aktifitas kendaraan proyek jalan dan jembatan serta drainase yang mereka gunakan sehari-hari rusak.
Badan pipa air pecah sehingga menganggu kebutuhan warga sehari-hari. Seorang ibu rumah tangga minta agar jalan diperbaiki oleh kontraktor jalan tol tersebut. "Torang orang pasar jaga jatung. Dulu belum ada proyek ini ini jalan bagus," tukas wanita itu.
Sangat disayangkan kontraktor datang menemui warga ternyata tak sendirian. Manajer Lapangan PT Nindya Bumi Karsa Tiola Fientesa datang didampingi dua orang bertubuh tegap dan salah seorang mengenakan celana loreng tentara. Dan sesuai fakta yang ada, ternyata keduanya anggota TNI AL.
Setelah dimediasi Kapolsek Airmadidi AKP Susanto dan Wakwapolsek Iptu Ronal Mawuntu, warga dan pihak perusahaan akhirnya bertemu. Diungkapkan Tiola ada lima kesepakatan yang lalu sudah sementara dilaksanakan.
Diantaranya mengupayakan memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak. Pihaknya juga kontinu membersihkan jalan dari material tanah yang terbawa roda kendaraan proyek. "Pos sudah ada dan rambu-rambu dan lampu sudah dipasang," paparnya.
Ditambahkannya pipa air yang bocor sudah diperbaiki. Namun Susanto menambahkan selain jalan yang rusak, drainase juga ikut hancur digilas roda kendaraan proyek. Bahkan oknum tentara bercelana loreng tersebut ikut menjelaskan kepada warga soal keberadaan perusahaan itu.

Menurutnya dirinya ditugaskan karena itu merupakan proyek negara. Sementara Stenly Lengkong menegaskan ini jalan pertanian sudah dipakai hingga rusak tetapi tidak ada kontribusi dari perusahaan. "Ini bukan jalan proyek. Ini swadaya masyarakat," seru dia.
Pertemuan itu berakhir tanpa keputusan. Selanjutnya kedua pihak sepakat bertemu Selasa (21/02) hari ini di kantor lurah Airmadidi Bawah. "Kami mempertanyakan kapasitas oknum TNI AL di proyek ini. Ini kan bukan proyek pertahanan keamanan. Ada apa sebenarnya sampai pakai tentara di proyek ini," tukas Lengkong kepada wartawan usai pertemuan itu.(Red)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

20.30.00

0 komentar:

Posting Komentar