HUT SHS
Headlines News :
Home » » Sesuai SK Bupati, Maka 50 Desa Di Kabupaten Minahasa Akan Gelar Pilhut Tahap II

Sesuai SK Bupati, Maka 50 Desa Di Kabupaten Minahasa Akan Gelar Pilhut Tahap II

Written By Unknown on Senin, 20 Februari 2017 | 19.30.00

Tondano, Identitasnews.com – Sedikitnya terinformasi, ada 50 desa di Kabupaten Minahasa masuk agenda pemilihan hukum tua (Pilhut) Tahap ke-Dua yang akan digelar pada bulan April 2017 mendatang.
Bupati Minahasa Drs Jantje W Sajow Msi melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Minahasa Dr. Denny Mangala M.Si, didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Jeffry Sajow.

Mangala kepada sejumlah wartawan Biro Minahasa mengatakan, penetapan 50 desa ini, sudah mutlak. “Ini juga, setelah melalui berbagai evaluasi dan pertimbangan, serta sudah meminta masukan dari kalangan DPRD Minahasa. 50 Desa yang akan melaksanakan Pilhut ini, akan mendapatkan dana rata-rata 22 juta Rupiah, termasuk biaya pengamanan,” urai Asisten I Pemkab Minahasa itu, Senin (20/02). 

Awalnya, tambah Mangala, ada sekitar 83 Desa yang akan mengelar Pilhut dikarenakan masa kepemimpinan Hukum Tua telah memasuki masa penghabisan jabatannya. Akan tetapi, dengan adanya berbagai pertimbangan, akhirnya Pemda memutuskan, yang akan menggelar Pilhut hanya 50 desa. 
“Bupati Minahasa melalui Surat Keputusan Nomor 200 Tahun 2017, memutuskan 50 Desa dengan pertimbangan sebagai parameter diantaranya, lama menjabat jadi prioritas, masalah yang terjadi di Desa, dan ketersedian stok PNS (ASN),” kata pejabat senior Pemkab Minahasa itu. 

Ditempat yang sama Kaban BPMPD Jeffry Sajow juga menambahkan, tahapan Pilhut akan dimulai pada starter pemberitahuan ke kecamatan-Kecamatan terkait, yang tentunya  berkaitan dengan desa bakal menggelar Pilhut.  
“Untuk pemungutan suara akan dilaksanakan pada akhir bulan April 2017 nanti. Sejumlah ketentuan wajib diperhatikan para calon, diantaranya:
- Tak ada pesta pora, tak ada money politik,

- Calon dari parpol harus mundur dari parpol. 

- Untuk status domisili tak lagi berlaku, (siapapun bisa mencalonkan), 

- Jika dalam perolehan suara nanti sama, maka yang menang adalah calon yang berdomisili di desa yang bersangkutan,”jelas dia secara detail. 


Menurut Sajow, keamanan dan ketertiban merupakan barometer suksesi ajang pilhut di desa-desa. Untuk itu dirinya berharap agar setiap desa sebisa mungkin hindari konflik.
“Kendati kita semua tahu yang mana dalam setiap pesta rakyat baik itu Pilpres, Pilcaleg, Pilgub, Pilwako atau Pilbup sampai Pilhut, semuanya tetap ada anggaran atau dana pengamanan. 

Tapi, bukankah jauh lebih baik jika keamanan itu lahir dari kesadaran masyarakat sendiri tanpa harus melalui campur tanggan aparat hokum. Dengan begitu kita semua, telah berperan menjaga keamanan di masing-masing desa sampai tuntas tanpa meninggalkan bibit  permusuhan, “pungkas  Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Jeffry Sajow ramah.(Ronny Rantung)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD