HUT SHS
Headlines News :
Home » » Sendal Anak Disita, Pulang Tanpa Alas Kaki, Orangtua Murid Polisikan Wali Kelas 7 SMPN 6 Satap Kombi

Sendal Anak Disita, Pulang Tanpa Alas Kaki, Orangtua Murid Polisikan Wali Kelas 7 SMPN 6 Satap Kombi

Written By Unknown on Jumat, 03 Februari 2017 | 22.00.00

Rorong: “Bayangkan Saja Penderitaan Anak Saya Pulang Jalan Kaki Siang Bolong Tak Pakai Sendal”

Tondano, Identitasnews.com – Kebijakkan pemerintah dalam memoles ranah pendidikan dengan tujuan agar para pelajar bisa nyaman dan maksimal dalam menuntut ilmu, sangat brilian.
Selain bermacam pengawasan dilakukan Dinas Pendidikan, ada banyak pula LSM dan organisasi berdiri sendiri untuk memantau dan mengawasi kinerja para guru, agar tidak ada penyalah gunaan kewenangan.
Alhasil, sampai hari ini tidak ada lagi kejadian guru mneganiaya atau memukuli para murid karena sudah ada aturan standar tentang perlindungan anak.
Sangat disayangkan, ternyata belum semua guru di Negara Republik Indonesia yang menerapkan aturan tersebut. Rabu 1 Februari 2017, Marcel Rorong (34) warga Desa Makalisung Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa (ayah dari Karolius Rorong (12), siswa kelas tujuh atau kelas 1 SMP), mem-polisikan GG alias Ety, oknum guru SMP Satap 6 Kombi Minahasa dengan isi laporan Perbuatan Tidak Menyenangkan.
“Selasa 31 Januari, pukul 12.00 wita, anak saya pulang kerumah tertatih-tatih dengan wajah pucat pasi karena menempuh perjalanan cukup jauh. Tiba dirumah isteri saya kaget, melihat keadaan anak kami yang tidak mengenakan alas kaki. Memang tadi pagi, dia ke sekolah hanya memakai sendal jepit, karena telapak kaki kanannya ada luka tertusuk duri. Bayangkan saja penderitaan anak saya pulang jalan kaki siang bolong tak pakai sendal,” jelasnya.

Mendengar anaknya mendapat perlakuan tak layak, sebagai orangtua Marcel terperanjat dan cukup kecewa. Namun karena tidak mau mendengar laporan sepihak, maka lewat ponsel di nomor 085342159XXX, Marcel Rorong yang kesehariannya berprofesi sebagai Wartawan Media Online Aktual Sulut.com menghubungi GG (Ety) sebagai upaya konfirmasi.
“Saat saya tanya apa benar dia menyita sendal anak saya dan tidak dikembalikan sampai anak saya pulang tanpa alas kaki, dia membenarkan. Saat saya tanya apakah ini memang aturan, mengingat anak saya pakai sendal karena kaki kanannya luka, dia bilang itu memang aturan sekolah. Saya sebenarnya tidak ada niat memperpanjang masalah ini, tapi saya kecewa karena ada suara yang menantang dengan kalimat lapor jo kalu mo lapor,” tukas Rorong.

Merasa sangat tidak terima dengan perlakuan terhadap putera sulungnya, serta jawaban yang dia terima dari sang guru, maka Marcel pun melaporkan kejadian itu ke Polres Minahasa, sesuai bukti Laporan Polisi (LP) Nomor STTLP/89/II/2017/SPKT Polres Minahasa tertanggal Rabu 1 Februari 2017, Jam 12.30 wita, dengan isi laporan Perbuatan Tidak Menyenangkan.
“Saya sebenarnya akan melapor  ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), tapi oleh pnyidik dikatakan, belum ada pasal yang mengena ke pasal tersebut,” tandas Rorong.
Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 6 Satap Kombi, Ny C Rumondor, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan , membenarkan kalau para siswa tidak boleh pakai sendal di sekolah. “Tapi tidak perlu sampai harus menyita sendal, sebab kan itu harus dipakai si anak untuk pulang kerumah,” ujar Kepsek.

Rumondor juga kaget kalau ada gurunya yang menyita sendal siswa tanpa mengembalikan sampai si murid harus pulang jalan kaki tanpa sendal. “Harusnya hal ini tidak boleh terjadi. Nanti saya akan menegur guru itu,” tandas Rumondor.
Kejadian itu ternyata tidak membuat semua berakhir. Suasana di SMPN 6 Satap Kombi justeru sedikit memanas. Menurut Karolius Rorong, sejak ayahnya melapor ke Polres Minahasa, dia jadi tidak nyaman lagi ke sekolah.
“Saya mau pindah sekolah, soalnya saya dipanggil Ibu Ety ke kantor dan ditanyai, tapi Ibu Ety suruh Reza rekam apa yang saya katakan,” beber bocah lugu itu kepada wartawan.(Ronny)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD