Iklan

Jembatan Dirusak Truk, Warga Demo Proyek Pembangunan Jalan Tol Minut-Bitung, PT Nindya Karya Turunkan TNI

Posted by Unknown on Rabu, 08 Februari 2017


Norris: “Siapa bilang Tol itu kepentingan Umum? Kami 1000% Dukung Program Pemerintah, Tapi Jangan Korbankan Masyarakat" 

Airmadidi, Identitasnews.com – Puluhan masyarakat Minut tepatnya warga Kelurahan Airmadidi Bawah Lingkungan 7, dibawah komando Norris Tirayoh aktivis setempat dan mantan Kepala Lingkungan 7, menggelar unjuk rasa damai di lokasi jalan yang terkenal dengan sebutan Kampung Buton pada Selasa (7/2-2017).
Menurut Norris, masyarakat menggelar pernyataan sikap ini bukan upaya merongrong atau menolak usaha pemerintah dalam merealisasi proyek Jalan Tol Minut-Bitung, tapi mereka menuntut komitmen dan tanggungjawab dari PT Nindya Karya yang tidak ada perwujudannya.
“Kami 1.000 persen, bukan 100 persen lagi mendukung kebijakan pemerintah, tapi kami tidak bias membiarkan kendaraan berat dam truk lalu-lalang dengan angkutan berat, merusak sarana masyarakat yang dibangun dari anggaran APBD dan APBN seperti Drainase, jembatan, saluran air dan pipa-pipa air yang ada,” tutur Tirayoh.

Bicara Proyek Jalan Tol adalah demi kepentingan umum, dimata Norris, itu hal yang keliru, sebab pengguna tol pasti tidaklah umum. “Bahasa Jalan Tol adalah kepentingan umum, itu hanya isapan jempol belaka. Tidak ada orang miskin yang mau menggunakan Jalan Tol, sebab kita semua tau, kalau lewat Tol harus merogoh kocek tak sedikit. Aksi kami semata untuk meminta tanggungjawab dan komitmen pihak pelaksana, kalau tidak di gubris, Senin nanti kami akan mambawa aspirasi ini ke DPRD Minut dengan jumlah massa lebih besar,” tandasnya.

Hal senada dibenarkan Yalimin Susanto mantan Kepala Lingkungan 7 Kelurahan Airmadidi Bawah, terkait adanya pengrusakan fasilitas masyarakat setempat. Selain itu, Yalimin menganggap PT Nindya Karya telah mengingkari kesepakatan awal, tentang pemberdayaan masyarakat setempat dalam proyek pembangunan tol itu.
“Tahun 2016 silam, dalam sosialisasi, perusahaan terkait bilang akan membantu masyarakat setempat dengan memakai tenaga kerja local, lampu penerangan jalan dan akan membuat sarana pendukung jalan, smpai hari ini tidak ada realisasi, padahal semua sudah pada rusak karena kendaraan bermuatan berat, bolak-balik lewat disini,” keluhnya.

Sesuai pantawan media ini, di lokasi nampak poeos jalan di Kampung Buton sudah rusak, berlumpur dan saluran air yang dibangun warga, telah hancur. Selain itu, pipa-pipa air bersih di bahu jalan sudah pada putus, dan jembatan yang dibangun dari dana PNPM, sudah rusak dan sebentar lagi ambruk, padahal masyarakat sangat bergantung pada jalan tersebut.

Saat warga mulai menutupi jalan dengan beberapa bongkahan batu, menghalangi truk yang keluar-masuk, tiba-tiba muncul beberapa pria memakai helm putih dari PT Nindya Karya. Menariknya tiga (3) diantaranya adalah Aparat TNI (Marinir), mengenakan celana loreng, meminta warga menghentikan upaya mereka.
Kaget, gentar dengan kehadiran Aparat TNI, warga memilih mengalah, dan terpaksa mengembalikan batu-batu yang menghalangi jalan, ke posisi seula, kemudian membubarkan diri.
Kamis (9/2) kemarin, pihak PT Nindya Karya menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kelurahan Airmadidi Bawah.

Menurut Simson S.Sos Prang Lurah Airmadidi Bawah, pihak perusahaan terkait telah menyepakati semua kewajibannya dan bukti keseriusannya kepada masyarakat. "Sebagai pemerintah, kami minta warga jangan menghalangi kerja pembangunan Jalan Tol itu, agar semua berjalan lancar. Tapi sebagai pemerintah juga, kami berharap, PT Nindya Karya, untuk memenuhi semua kesepakatan dengan masyarakat, agar disini tidak ada pihak yang dirugikan atau di korbankan," pintanya.(John)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

04.00.00

0 komentar:

Posting Komentar