HUT SHS
Headlines News :
Home » » ANTISIPASI BENCANA PADA CUACA EKSTRIM, BUPATI JWS DAN KUSSOY AJAK MASYARAKAT SADAR LINGKUNGAN DENGAN BUDAYA MAPALUS

ANTISIPASI BENCANA PADA CUACA EKSTRIM, BUPATI JWS DAN KUSSOY AJAK MASYARAKAT SADAR LINGKUNGAN DENGAN BUDAYA MAPALUS

Written By Unknown on Senin, 13 Februari 2017 | 04.30.00

Tondano, Identitasnews.com - Curah hujan membawa volume air berjumlah besar disertai angin kencang pada Minggu (12/2/2017), membawa ancaman serius dibeberapa wilayah Kabupaten Minahasa.
Sesuai pantauan media ini, potensi longsor serta banjir rentan terjadi. Sebut saja ruas jalan seperti wilayah Sonder – Kawangkoan, tertimbun tanah dan bebatuan. Selain itu,  luapan air dari beberapa bagian saluran air telah menggenangi banyak bahu jalan yang membawa resiko bagi  para pengguna jalan.  

Selain ancaman longsor,di wilayah rendah seperti Kecamatan Tondano Barat, khususnya Kelurahan Rinegetan, luapan air terpantau telah mencapai separuh betis orang dewasa.
Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa tidak tinggal diam. Pasalnya, dibeberapa titik rawan, pemerintah telah menempatkan tim gabungan dari beberapa instansi yang waspada setiap dibutuhkan
Bupati Minahasa Jantje W Sajow Msi lewat penyampaian Kadis PU Minahasa Ir. John Kussoy MT mengatakan, terjadi longsor akibat warga pemilik lahan bantaran tebing, diduga kerap melakukan penebangan pohon tanpa ada upaya penanaman kembali.
“Kalau Air meluap dari saluran, itu akibat dari banyak pemasangan pipa kran warga melalui jalur saluran air, ditambah masyarakat membuang sampah dalam selokan, sehingga saat datang musim hujan apalagi dengan carah hujan tinggi seperti sekarang, maka bencana banjir tak dapat di elakan,” tutur Kussoy.
Untuk mengantisipasi bencana yang secara lansung disebabkan oleh kelalaian manusia, lanjut Kussoy,masyarakat harus menyadari dampak dari menebang pohon dan membuang sampah disembarang tempat. “Dengan demikian kita telah sama sama menjaga lingkungan agar terhindar dari malapetaka yang bias merugikan kita baik fisik maupun harta benda,” tukas pria bertubuh tegap asal Remboken itu.

Dirinya (Kussoy red-) mengajak para hokumtua dan lurah, membudayakan tradisi gotong-royong menggelar bersih-bersih pada masyarakat , dengan dua tujuan yaitu berolah raga, dan mencegah ancaman banjir dan longsor diwaktu penghujan.
“Mengisi waktu lowong seperti liburan, apa salahnya para hukumtua dan lurah membudayakan tradisi MAPALUS kepada masyarakat, agar kebiasaan turun –temurun yang diwariskan pada kita,tidak hilang. Selain itu disamping telah berolah raga, kita juga telah menghindari potensi bencana alam seperti bamjir dan longsor yang telah merenggut nyawa manusia yang tak sedikit jumlahnya,” pungkas Kussoy yang dikenal akrab dengan awak media itu.
Terpisah Bupati Minahasa Drs Jantje W Sajow Msi ketika di konfirmasi hal itu, sangat setuju. “ Itu sangat tepat, mestinya para hukumtua dan lurah mengajak warga untuk mengadakan pembersihan masing- masing tempat dengan melakukan kerja bakti minimal 1 satu bulan sekali,” ajak birokrat senior selaku Top Eksekutif Pemkab Minahasa yang dikenal low-profile itu.(Ronny Rantung)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD