Iklan

Animo Pembaca Meningkat, Masyarakat Minta Perpustakaan Harus Punya Kantor Representatif

Posted by Unknown on Selasa, 07 Februari 2017


Minsel, Identitasnews.com - Dengan ditingkatnya status dari kantor Perpustakaan, ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) maka selaku warga Minsel sangat berharap supaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan harus Memiliki Kantor Dinas Yang tunggal dan representatif.
Pasalnya untuk dapat menarik minat pembaca baik pelajar maupun Masyarakat. Dinas Perpustakan harus miliki Lokasi yang layak dan mudah di jangkau. demikian disampaikan Peduli masyarakat Minsel Welem Baba Mononimbar.
Baba juga mengatakan, setidaknya lokasi Dinas Perpustakaan harus terletak di lokasi pusat kota amurang dan bangunannya harus tunggal dan representatif. Karena dengan demikian. Dapat menarik para pembaca baik kalangan pelajar sampai ke kalangan Umum.
”Kami berharap supaya Dinas Perpustakaan dapat dibangun dilokasi Umum. ” kata Mononimbar.

Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Minsel Jois langkun SH MSi, ketika ditemui mengatakan, memang untuk saat ini Dinas Memiliki 4.894 judul buku dan 10.824 eksemplar. Hanya saja, letak OPD baru yang berada di komplek Kantor Bupati menyebabkan ribuan buka terkesan hanya dipajang, tanpa digunakan alias dibaca oleh warga maupun Pelajar. Menurut Langkun jumlah buku di perpustakaan ini ada 4.894 dan 10.824 eksemplar, cukup untuk dibaca semua kalangan. Persoalan yang ada, kondisi serta daya tampung tak memadai lagi. Apalagi lokasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Minsel masih tetap berada di komplek Kantor Bupati (Minsel),” kata Langkun.

Lagi Mantan Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Minsel ini akan menyampaikan kepada Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE terkait lokasi yang saat ini tidak memadai lagi. Apabila dalam rapat evaluasi bersama ibu bupati, maka dirinya akan menyampaikan hal diatas.

‘’Juga, soal program perpustakaan dan kearsipan digital. Bahwa, kalau program perpustakaan digital sudah berjalan. Maka warga ataupun siswa dan mahasiswa tak perlu meminjam buku yang ada. Kecuali itu, warga atau siswa dan mahasiswa hanya bisa melakukan kunjungan melalui website atau melalui google.com atau melalui handphone,’’katanya.

Termasuk didalamnya ruangan untuk baca dan memiliki computer sebagai alat komunikasi dalam rangka perpustakaan digital.(Meyvo Rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

14.43.00

0 komentar:

Posting Komentar