Iklan

Diduga Masih Koleksi TKA, LSM LAKI MINSEL Desak Disnakertrans Perketat IMTA

Posted by Unknown on Jumat, 20 Januari 2017

Minsel, Identitasnews.com - Kabupaten Minsel diklaim mengoleksi banyak pekerja asing. Untuk itu, Pemkab setempat didesak untuk mengamankan penerapan Perda tentang retribusi Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).
“Setahu saya, Minsel sudah punya Perda IMTA April 2016, tapi belum pernah terdengar adanya aksi penerapannya sampai Januari ini,” kata Sekertaris LSM LAKI Minsel Hanny Hanter Pantow.

Ia mempertanyakan kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang namanya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang ada sampai akhir 2016, karena tidak pernah terekspose melakukan aksi pengamanan Perda tersebut.

Lagi Pantow mengatakan, kehadiran pekerja asing memberikan peluang bagi instansi berkompeten untuk menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD).
“Setahu saya banyak pekerja asing yang digunakan sejumlah perusahaan yang beroperasi di daerah ini, tapi saya belukm pernah mendengar kalau mereka telah memberikan kontribusi pada PAD kita,” ujarnya.

Menurut Pantow ditinya berharap supaya Dinas Tenaga Kerja yang dibentuk sesuai struktur organisasi perangkat daerah (OPD) baru dapat menunjukkan kinerjanya memberikan konstribusi pada PAD Minsel.
“Di daerah ini banyak perusahaan asing. Bahkan, banyak para pekerja asingnya yang sudah membaur dengan masyarakat sekitar. Saya bingung, mereka bekerja di daerah ini, apakah sudah ada izin atau belum,” tukasnya.

Lebih lanjut Pantow mengharapkan agar pimpinan Disnakertrans legowo memberikan data konkrit kepada Disnaker sebagai OPD baru.
“Saya tidak bermaksud apa-apa, kecuali sejauhmana pengawasan dan kontribusi pekerja asing untuk kepentingan Minsel. Itu saja,” tandas
Sementara itu Kepala Disnakertrans Minsel, Drs Sony Maleke melalui Kepala Bidang Tenaga Kerja Drs Hengky Kumaat membenarkan soal belum actionnya Perda IMTA. ‘’Itu benar, Perda IMTA sudah ada sejak April 2016. Namun, hingga saat ini masih digolongkan sosialisasi. Soal kapan actionnya, saya belum tahu persis,” katanya.
Maleke juga menyatakan bahwa belum tahu persis berapa pekerja asing di Minsel selama ini. “Yang pasti, dalam dekat ini akan dilakukan pendataan. Kami akan melibatkan semua stakeholder, termasuk Pers a untuk turun ke sejumlah perusahaan yang mempekerjakan orang asing di daerah ini,’’ kata Kumaat.(Meyvo Rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

04.40.00

0 komentar:

Posting Komentar