Iklan

MANAGEMEN HOTEL SUTANRAJA TAMPIK DUGAAN ADA ULAT DI DAGING AYAM

Posted by Unknown on Jumat, 13 Januari 2017


Kotamobagu, Identitasnews.com – Masyarakat Kota Kotamobagu masih santer membicarakan dugaan adanya ulat (Belatung) yang ditemukan tercampur dalam makanan di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Jumat (13/01/2017) oleh pengunjung hotel mewah tersebut didalam porsi makanannya.
Kejadian dialami beberapa peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondow (Bolmong) di Hotel berbintang empat Sutanraja Kotamobagu itu berawal saat peserta bimtek sedang makan siang.
Disaat hadirin asyik bersantap, beberapa peserta menemukan adanya ulat (belatung), diduga berasal dari lauk daging ayam yang disajikan pihak Restoran Tuwanggoy, Hotel Sutanraja Kotamobagu, pada menu makan siang sekitar pukul 12.40 Wita.

Managemen Hotel Sutanraja melalui Direktur Food And Beverage Asri Lamadoken, membantah jika terjadi kesengajaan dari pihak mereka soal penemuan ulat di makanan yang mereka sajikan. Menurutnya semua proses memasak sesuai SOP.
Kepada beberapa media saat jamuan makan yang bertempat di ruang makan hotel Sutanraja Kotamobagu Senin 16/01 2017.
Direktur Food And Beverage Asri Lamadoken menjelaskan secara tehknis proses memasak makanan hotel. “Semua bahan mentah kita ambil 100 persen dari pasar lokal. Baik sayur ataupun ayam, jadi otomatis kwalitas masih terukur,” tutur Asri.
Lanjut dia, ayamnya saja setiap harinya diambil dan dipotong pada pagi hari sekitar  pukul 05.00 subuh.
“Masuk hotel pukul 07.00, sesampainya di hotel, belanjaan dicuci lagi untuk memastikan ayam itu bersih,” katanya.
Proses masak kata Asri, sebelumnya dilumuri bumbu diamkan selama 20 menit, kemudian dipanggang di oven dengan suhu 180 sampai 200 derajat. “Dengan lama  masak 45 menit sampai 1,5 jam. Setelah masak ada proses pendinginan sekitar 15 sampai 20 menit.
Kemudian kata Asri, ayam dipotong-potong kecil dan dimasukkan ke dalam tempat makanan standar HACCP yang panasnya 60 sampai 70 derajat, lalu disajikan. Sehingga proses seperti ini berarti, tidak akan mungkin ada cacing hidup dalam daging tersebut Karena panas makanan saja masih terjaga.
Makanyapihak managemen merasa heran adanya komplen dari peserta bimtek.
“Di foto katanya ada tapi setelah kami cek didagingnya tidak ada. Kalau pun ada pasti ulatnya mati bukan hidup,”kelit Asri.
Meski demikian, selaku penanggungjawab makan Hotel Sutanraja Kotamobagu menerima kejadian tersebut. “Tapi hal itu tidak kita telan mentah-mentah. Karena kami sudah yakin proses masakan sesuai SOP,” timpal dia.
Pada akhir percakapan dengan para media, pihak managemen Asri Lamadoken    mengatakan tidak mempermasalakan kejadian tersebut namun menjadi perhatian pihaknya untuk lebih memperketat pengawasan agar tidak terjadi lagi dugaan yang dapat merugikan banyak pihak,” tutur Asri.(Feky Sajow)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

17.00.00

0 komentar:

Posting Komentar