Iklan

JAINUDIN DAMOPOLII LEPAS ALMARHUMAH WUISYE SUMERAH GURU SDN 3 GOGAGOMAN KOTAMOBAGU

Posted by Unknown on Sabtu, 28 Januari 2017

Pelepasan Jenazah Almarhumah Encik Wuisye Sumerah Di Landa Banjir Air mata



Kotamobagu, Identitasnews.com –  Wakil Walikota Kota Kotamobagu Drs Jainudin Damopolii pada Jumat  (27/01 2017) melepas Almarhumah Ibu Wisye Sumerah di rumah duka keluarga Piri Sumerah bertempat di Kelurahan  Gogagoman Kota Kotamobagu .
Keluarga besar Piri Sumerah merasa sedih dengan kepergian Almarhuma Ibu Wisye Sumerah. Banjir air mata telihat saat penutupan peti jenasah karena Ibu Wisye Sumerah dalam masa hidupnya selalu terlihat baik dengan semua orang.

Wakil Walikota Drs Jainudin Damopolii dalam sambutannya mengatakan Keluarga besar  Piri Sumerah  sangat merasa kehilangan tapi selaku Pemerintah Kota Kotamobagu juga lebih dalam lagi mengungkapkan rasa kehilangan seorang yang sangat dibutuhkan sebagai Guru yang  dibutuhkan untuk mendidik generasi muda di Kota Kotamobagu.
Namun marilah kita bersama - sama iklaskan kepergian Ibu Wisye Sumerah  kepangkuan Allah yang Maha Kuasa. Pengabdian yang sudah diberikan oleh almarhumah akan selalu dikenang sepanjang masa. Atas nama pemerintah Kota Kotamobagu menyampaikan selamat Jalan ibu Wisye Sumerah Tuhan  menyertai, " dan semoga  keluarga yang ditinggalkan akan selalu diberikan kekuatan oleh Tuhan yang maha kuasa. Tutup Wawali.

Untuk diketahui bahwa Ibu Wisye Sumerah pada Jumat  19/8  2016 , bertempat di SDN 4  Bilalang menggelar acara perpisahan tehadap dirinya, yang pindah tugas ke tempat lain.
Acara tersebut dilaksanakan sederhana penuh sejuta makna. Kepala SD N 4 Bilalang Lusmiati Mokoginta  menyampaikan ucapkan terima kasih, mnegingat Encik Wisye sudah 36 tahun mengabdi dengan baik.
Wisye Sumerah selaku mantan guru SDN 4  Bilalang pindah ke tempat tugas baru yaitu di SDN 3 Gogagoman, dilepas dengan kucuran air mata.
“Perpisahan tidak direncanakan tapi hal ini bukan perpisahan yang tak akan ketemu lagi, melainkan hanya perpisahan tempat tugas saja,” beber Kepala sekolah.

Lanjutnya, perpindahan tempat tugas dikarenakan situasi kondisi ini, maka melihat ada potensi positif, maka sebagai kepala sekolah, Mokoginta mengusulkan agar ibu Wisye Sumerah dapat dikabulkan permintaannya sehingga mendapat tempat tugas yang baru. “Ada banyak petunjuk yang diberikan oleh Wisye Sumera  sehingga dengan petunjuk tersebut dapat menjadikan bahan acuan untuk dapat memajukan sekolah SDN 4  Bilalang,  yang sampai saat ini tetap eksis,” tegas Lusmiati Mokoginta.

Sementara Wisye Sumerah dalam pesan dan kesan yang disampaikan, diawali dengan linangan air mata keharuan. “Acara perpisahan ini hanya karena perpindahan tempat  tugas saja, sehingga diyakini bahwa  kita tetap ada dalam kasih Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Selama 36 tahun bertugas di SDN 4 Bilalang, sudah banyak kader bangsa yang  menjadi terbaik bagi bangsa dan negara. Pengalaman dari SDN Tungoi tidak sampai satu tahun,  SDN 1 Kotamobagu hanya satu tahun, cukup berkesan.
“Tapi di SDN 4  Bilalang sudah 36 tahun mengabdi, sehingga rasa berat untuk berpisah tempat tugas karena banyak kesan dan pesan yang di alami tapi pengabdian merupakan tugas dan tanggungjawab yang harus dilaksanakan dengan baik. Perpindahan ini atas permintaan sendiri. Tapi itu bukan karena saya sudah tidak betah,  tapi situasi dan kondisilah yang membuat sehingga butuh untuk berpindah tugas,” tutup Wisye Sumerah.(Feky Sajow)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

05.30.00

0 komentar:

Posting Komentar