HUT SHS
Headlines News :
Home » , » Benarkah Gubernur Sulut (OD) Dipanggil KPK Terkait Dugaan Korupsi e-KTP?

Benarkah Gubernur Sulut (OD) Dipanggil KPK Terkait Dugaan Korupsi e-KTP?

Written By Unknown on Kamis, 26 Januari 2017 | 20.00.00

Dondokambey: “Saya dipanggil untuk dimintai keterangan saja karena saat itu saya sebagai Pimpinan Banggar”

Manado, Identitasnews.com – Kasus dugaan korupsi yang membawa dua (2) mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dirjen Kependudukan Kemendagri ke terali besi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kali ini cukup menarik.
Pasalnya, disaat eks Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, Irman (Tersangka I) dan Direktur Pengelola Informasi‎ Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto (Tersangka II) karena Negara diduga merugi sekitar Rp 2,3 triliun akibat korupsi pengadaan e-KTP dari total nilai proyek Rp 5,9 triliun, mencuat nama Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey SE.
Kenapa sampai ke Sulut? Kamis (26/1/2017), Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ia, akan diperiksa untuk pengembangan data tersangka mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) e-KTP, Sugiharto. “Dia akan diperiksa untuk tersangka S,” kata Febri.
Selain Olly, lanjut Febri, penyidik juga memanggil sejumlah mantan petinggi Banggar DPR seperti politikus Partai Demokrat Mirwan Amir, politikus Golkar Melchias Markus Mekeng, dan politikus PKS Tamsil Linrung.“Mereka juga diperiksa untuk tersangka S,” katanya.

Terpisah, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE atau akrab dengan sapaan OD, harus memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Ibukota Negara (Jakarta), saat diwawancarai puluhan wartawan melalui ponsel Victor Rarung selaku Juru Bicara bidang Media Provinsi Sulut, tidak menampik hal itu. Begini suara Pak OD yang terdengar dari seberang ponsel Victor Rarung…

“Saya hanya diperiksa sebagai saksi soal kasus E-KTP, tersangka Irman dan Sugirhato selaku PPK pada Dirjen Kependudukan Kemendagri. Saya dipanggil untuk dimintai keterangan saja karena saat itu saya sebagai pimpinan banggar,” katanya.

OD juga dalam pembicaraan jarak jauh ini mengatakan, yang mana ia ditanya sejauh mana mengenal kedua tersangka, dan sebagai Warga Negara yang baik, dirinya harus tunduk pada aturan, termasuk panggilan negara.
“Pemeriksaan berlangsung sekitar Pukul 10:00 hingga pukul 14:00. Ini kasus lama, Saya ditanyai apakah kenal para tersangka dan pernah bertemu dengan tersangka, saya jawab tidak. Sebagai warga negara yang baik, saya siap memenuhi panggilan oleh KPK sebagai saksi soal kasus E-KTP tersangka Irman dan Sugirhato,” jelas Gubernur Olly Dondokambey (OD) dari seberang.(Red/Ben)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD