HUT SHS
Headlines News :
Home » , » Airmadidi Menangis, VAP Lepas Pemakaman Enci Elda Penuh Haru

Airmadidi Menangis, VAP Lepas Pemakaman Enci Elda Penuh Haru

Written By Unknown on Kamis, 12 Januari 2017 | 21.00.00


Dra. Elda Erma Mumbunan SH M.Hum: "Seimbangkan Keseriusan dan Candamu, Tapi Keduanya Harus Dapat Dipertanggungjawabkan"

Airmadidi, Identitasnews.com – Airmata duka kembali menyelimuti kaki Gunung Kalabat setelah Dra Elda Erma Mumbunan SH M.Hum atau lebih akrab disapa Enci Eda, akhirnya menghembuskan nafas terakhir beberapa hari lalu.
Eda yang dikenal sebagai satu dari penggagas berdirinya Minut dan menjabat pula sebagai Sekretaris Badan Pembentukan Kabupaten Minahasa Utara (BPKMU) yang lahir pada 14 Agustus 1965, diketahui pada Senin 9 Januari 2017 sekitar pukul 01.00 wita, tutup usia di umur 51 tahun di kediamannya Kelurahan Sarongsong I Kecamatan Airmadidi.


Wanita enerjik bertangan dingin yang telah menelurkan banyak sarjana penting di Minut ini harus wafat setelah berjuang melawan penyakit diabetes bertahun-tahun yang dideritanya.
Kepergian kakanda tercinta dari Ardiena Mumbunan ini juga mninggalkan suami Deivy Awondatu dan puteri semata wayangnya, Gisela Awondatu ini menorehkan rasa duka dan kehilangan bagi banyak kalangan.

Sebagai tokoh pendiri Minut, Elda mendapat kehormatan untuk disemayamkan di Kantor Pemkab Minahasa Utara. Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan sendiri, penuh haru menerima jenazah Enci Eda pada Kamis (12/1/2017) sebelum dimakamkan oleh keluarga.
“Saya sangat kenal Enci Eda. Dia adalah orang yang sangat ramah, suka bercanda. Kalau bertemu sama saya, pasti langsung menegur saya, sembari menyisipkan nasehat,” tutur VAP dalam penyampaiannya.
Lanjut Bupati Minut yang masih ada hubungan kekerabatan dengan almarhumah, kematian dapat dialami semua orang, masa hidup di dunia udah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
“Ia pendiri Minut, saya, bahkan saya rasa kita semua bersedih, tapi saya yakin kalau kita percaya pada Tuhan, kita pasti diberikan penghiburan, kekuatan. Apa yang Tuhan buat itubaik adanya, Dia yang membuat kita, Dia yang mengambil kita. Hanya waktunya kapan Tuhan izinkan, kita tidak tahu,” jar Bupati VAP.

Ditempat yang sama, sebagai sesama penggagas dan pendiri Kabupaten Minahasa Utara, Drs Denny Wowiling MSi selaku Wakil Ketua DPRD Minut yang juga Ketua Ikatan Pendiri Minahasa Utara (IPMU) dan Kepala Dinas (Kadis PU) Drs Marlon Sangian, tak menampik kesedihan karena ditinggl pergi rekan mereka yang terkasih.

De-Wo kepada sejumlah wartawan mennuturkan, Enci Eda adalah srikandi Tanah Tonsea yang berpegang teguh pada pendirian dan prinsip. Kecerdasan yang dibawa almarhum terlahir dari bimbingan disiplin yang mengalir dalam dara almarhum ayahnya yaitu seorang Aparat TNI sejati sehingga Elda Mimbunan menjadi seorang wanita tangguh dengan bukti bergabung di Badan Pembentukan Minahasa Utara.
“Gagasan, ide dan kajian Enci Elda sangat mempengaruhi berdirinya Minut ini. Bukan hanya aktif secara administrasi tapi dalam bentuk operasional lewat lobi-lobi serta dalam mencapai target organisasi bahkan akademisi, almarhumah dikenal tidak pernah bekerja alang-kepalang,” timpal Wowiling.

Usai upacara secara resmi, tiba saatnya jenazah Elda Mumbunan menuju tempat peristirahatannya yang terakhir. Sebagai penghormatan terakhir, IPMU bersama-sama mengusung peti jenazah almarhum, di naikkan ke mobil jenazag yang terparkir didepan Kantor Pemkab Miut, kemudian diarak menuju ke pemakaman keluarga di daerah Airmadidi.
Selamat jalan Ibu Elda Mimbinan, filosofi dan perjuanganmu untuk Minahasa Utara tercinta ini, tergores indah di ujung pena sejarah Tanah Tonsea. Tuhan Memberkati.(Red)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Redaksi | Layanan Iklan | Hubungi Kami
Copyright © 2013 - All Rights Reserved
Hosting by Manado Web Hosting Publikasi by Identitas Team
Kreasi by MWD