Iklan

Masih Butuh Tambahan ASN, Tiwa: Kurang 1.142 Lagi

Posted by jhon simbuang on Rabu, 07 Desember 2016


Amurang, Identitasnews.com - Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Minsel hingga kini berjumlah 5.245. meski, dari pembiayaan gaji sudah menghabiskan 60 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU). Namun, kebutuhan ASN di Minsel masih relatif. "Bahkan, sekitar 1.142 ASN harus kita terima," ungkap Kepala BKDD Minsel, Drs Ferdinand Roy Tiwa belum lama ini.

Tiwa juga menjelaskan, bahwa Pemkab Minsel masih butuh ketambahan ASN. "Pasalnya, banyak tenaga teknis yang kosong.Oleh sebab itu, kebutuhan diatas sangat relative dan sudah diusulkan ke BKN dan Kemenpan dan RB.Sementara jumlah ASN di Minsel 5.245, sedangkan kebutuhan sekitar 1.142 lagi,’’ujar Tiwa.
Menurut dia, memang beberapa tahun lalu ada moratorium oleh mantan Menpan & RB. Namun, kebutuhan tetap harus direalisasi, sebab untuk jabatan fungsional guru, perawat dan penyuluh sangat penting. Dengan demikian, hal diatas akan terus diperjuangkannya.Sementara, setiap tahun ASN yang pension jumlahnya mencapai ratusan.
"Dari kajian analisa jabatan, memang kita masih kekurangan ASN.Terutama yang fungsional atau teknis.Apalagi setiap tahun ada ratusan ASN yang memasuki pensiun dan yang terbanyak guru dan lainnya.Olehnya, usulan ketambahan untuk menutup ASN pensiun dan lain sebagainya," jelas Tiwa.


Ditanya apakah tahun 2017 akan ada penerimaan ASN? Tiwa menjelaskan, pihaknya masih menunggu petunjuk pemerintah pusat.Namun demikian, Pemkab Minsel sudah menyiapkan usulan formasi berdasarkan kebutuhan.
"Usulan sesuai formasi dan kebutuhan berjumlah 1.142 calon ASN. Akan tetapi, pihaknya juga akan menyesuaikan keputusan pemerintah pusat. Kita tunggu saja, semoga moratorium soal penerimaan ASN dicabut.Dan hal diatas memberikan peluang bagi masyarakat umum untuk menjadi abdi Negara," ungkap Tiwa.
Lebih jauh Kepala BKDD MInsel ini mengatakan, khusus tenaga honorer K2 yang belum terakomodir pada penerimaan pertama sangat berharap sekali bisa diangkat menjadi calon ASN.
"Sebab, mereka beralasan telah mengabdi bertahun-tahun, sehingga wajar kalau dipermanenkan.Jangan sampai penerimaan nanti, justru jalur umum diprioritaskan," tandas Roy Tiwa.(Meyvo Rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

21.00.00

0 komentar:

Posting Komentar