Iklan

HARGA KEBUTUHAN MASYARAKAT MASIH MENCEKIK LEHER

Posted by jhon simbuang on Senin, 05 Desember 2016


PROGRAM TOL LAUT BUMI PORODISA MANDUL?

Talaud, Identitasnews.com - Program membangun dari pinggiran wilayah NKRI yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo khususnya tol laut, nampaknya belum berdampak. Disejumlah daerah kepulauan di wilayah Timur Indonesia, hampir semuanya belum merasakan sistem logistik kelautan itu.
Alhasil, warga kepulauan mengeluh. Sistem tol laut, juga belum dirasakan warga Kabupaten Kepulauan Talaud. Buktinya harga barang yang dijual di Kabupaten Talaud, masih tinggi.
Fandi, warga Lirung mengatakan, program tol laut belum mampu menekan atau membuat harga bahan pokok dan bangunan menjadi lebih murah di pasaran.
Dia mencontohkan, saat ini Semen masih dijual pedagang dengan harga Rp75 ribu per sak. Jika pembeli meminta untuk diantar, harganya dipatok Rp 80 ribu per sak. "Saya pikir dengan tol laut harga barang, terutama produk-produk yang dibawa melalui tol laut bisa ditekan. Ternyata tidak, karena warga tetap membeli dengan harga seperti biasanya, sebelum ada program tol laut," kata Fandi, kemarin.
Hal yang sama juga masih dirasakan di Melonguane. Harga semen masih dijual dengan harga Rp80 ribu atau Rp85 ribu per sak bila diantar langsung oleh penjual. Tony Tucunan menilai, tol laut di Talaud belum efektif.
Sebab kapal hanya merapat di dermaga Lirung, sedangkan warga Talaud terkonsentrasi pada sejumlah pulau yang terpisah.


"Kalau memang benar-benar pemerintah mau melayani masyarakat, seharusnya tidak hanya di Lirung. Kapal seharusnya juga merapat di Melonguane, Mangaran dan Beo. Juga harus masuk hingga ke utara di Kecamatan Nanusa bahkan ke Miangas," imbuhnya.
Diketahui, tol laut yang melayani masyarakat Talaud mulai beroperasi sejak Mei 2016 lalu, dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Caraka Jaya Niaga III - 32 milik PT Pelni. Rute tetap KM Caraka 32 yaitu Makassar-Tahuna-Lirung-Morotai-Tobelo-Ternate-Babang (PP).
Tiap 21 hari kapal kembali lagi ke Pelabuhan Makassar. Demikian juga pelabuhan-pelabuhan yang lainnya. Kapal tersebut membawa sejumlah kontainer berisi gula pasir, semen putih, tepung terigu, beras serta bahan kebutuhan masyarakat lainnya, yang selama ini harganya sangat mahal di Talaud.
"Kami minta Pemkab Talaud, jangan tutup mata. Ambil sikap tegas, apalagi mendekati Hari Natal, harga bisa melonjak setinggi langit," pinta Ibu Rosalia warga Beo.(Onal)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

20.00.00

0 komentar:

Posting Komentar