Iklan

Desa KM 3 Layak di Jadikan Lokasi Wisata

Posted by jhon simbuang on Minggu, 04 Desember 2016


Amurang, Identitasnews.com – Desa Kilometer Tiga Kecamatan Amurang memiliki objek wisata Batu Dinding dan Air Terjun Ta’kaan. Baik Batu Dinding dan Air Terjun Ta’kaan sudah sering digunakan sejumlah stasiun televisi nasional untuk jadikan lokasi shoting.
Namun, tak disangka-sangka, objek wisata Batu Dinding dan Air Terjun Ta’kaan dilirik stasiun tv internasional berasal dari Korea Selatan. Keberadaan objek wisata Batu Dinding dan Air Terjun Ta’kaan di Desa Kilometer Tiga menjadi sasaran para wisatawan local dan mancanegara.
Sebab, khusus Batu Dinding yang mayoritas pencinta panjat tebing atau climbing yang datang dari sejumlah fakultas di Manado dan Indonesia. Berkaca dari mulai mendunia nama Kilometer Tiga, maka sejumlah usulan baik dari masyarakat umum maupun pemerintah agar Desa Kilometer Tiga dusulkan menjadi desa pariwisata.
"Ya, usulnya, Desa Kilometer Tiga menjadi desa pariwisata. Kenapa, sebab objek wisata Batu Dinding dan Air Terjun Ta’kaan sudah mendunia lewat salah satu tv asal Korea Selatan. maka dari itu, sarannya agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minsel membuat satu acara khusus untuk menetapkan Desa Kilometer Tiga menjadi desa pariwisata,’’ujar Drs Coreneles Mononimbar, MM salah satu pemerhati pariwisata di Minsel.

Menurut Mononimbar, saatnya satu diantara desa di Kabupaten Minsel dijadikan objek internasional. Mungkin, Desa Tawaang Timur Kecamatan Tenga sudah lebih dulu dikenal seantoro masyarakat. Tetapi, Desa Kilometer Tiga pastinya lebih mendunia lantaran ada objek wisata Batu Dinding dan Air Terjun Ta/kaan.
"Saya tidak peduli, kalau kedua objek wisata diatas masuk wilayah Buyungon. Namun, sesuai kedekatan nama, jelas Kilometer Tiga lebih unggul disebut masyarakat. Sebagai contoh, salah satu tv asal Korea Selatan lebih tertarik dengan objek wisata Batu Dinding dan Air Terjun Ta’kaan menjadi lokasi garapan reality show "Law of The Jungle".
Juga, objek wisata Batu Dinding dan Air Terjun Ta’kaan dijadikan lokasi shoting tv Korsel lantaran alami dan tercipta dari alam bukan buatan manusia,’’jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Minsel ini.
Jadi, tamba Mononimbar tinggal bagaimana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minsel yang dipimpin Drs Sony Maleke menata dan mengusulkan Desa Kilometer Tiga menjadi desa pariwisata. Dan sepanjang sejarah di Minsel, belum ada desa pariwisata yang diusulkan instansi ini.
"Kalaupun ada, maka saya menyebut Desa Kilometer Tiga lebih berhak mendapat poin tertinggi dengan sebutan desa pariwisata ketimbang Desa Tawaang Timur," ungkapnya.

Senada diungkapkan Buce Thomas, SE salah satu pemerhati pariwisata di Minsel. ‘’Bahwa, apa yang diusulkan Drs Corneles Mononimbar, MM sangat tepat. Maka dari itu, saatnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minsel membuat acara khusus untuk menetapkan Kilometer Tiga menjadi desa pariwisata. Menurutnya, kalau tahun 2016 ini belum. Maka, saat perayaan HUT ke-14 Minsel tanggal 27 Januari 2017, nama Kilometer Tiga telah resmi menjadi desa pariwisata,’’sebut Thomas.(Meyvo Rumengan)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Berita Terkait

16.28.00

0 komentar:

Posting Komentar